Zulfikar Demokrat

Di Jaman Moderenisasi, RISMA Eksis Menggalang Persatuan dan Menjaga Tradisi Islam

kegiatan remaja islam masjid Al Irsyad (RISMA)

Remaja Islam Masjid Jami Al-Irsyad (Risma), tercatat aktif melaksanakan setiap peringatan hari besar Islam (PHBI). Kabar bagusnya, kumpulan anak muda ini tidak meninggalkan tradisi, yakni pemberian nasi ambeung kepada jamaah (masyarakat) saat peringatan Maulid Nabi Muhamad SAW.

Masjid Jami Al-Irsyad tepatnya terletak di Jalan KH. Hasyim Ashari Rt 01/02, Kelurahan Pedurenan, Karang Tengah. Kota Tangerang, sekarang ini dikabarkan menjadi ‘base camp’ kegiatan sosial yang digagas RISMA.

“Selain setiap tahun menggelar acara Maulid Nabi Muhamad SAW tetapi kami (Risma, red) juga mempertahankan tradisi memberikan nasi ambeng kepada masyarakat sekitar Masjid. Pembagiannya sebelum acara inti dimulai,” kata Mochamad Ryas Hisyam, anggota RISMA yang beberapa waktu lalu dipercaya menjadi Ketua Panpel Maulid.

Jadi kata pemuda yang kerap dipanggil Isam ini bahwa Ambeng itu kemasan nasi bungkus yang sudah disertai lauk pauknya.

Tetapi kata Isam, supaya acara sukses sebelum pelaksanaan Maulid, Risma sudah mensosialisasikan ke masyarakat sekitar soal partisipasi menyumbangkan Ambeng tersebut.

“Lauk pauknya tergantung masyarakat yang ngasih. Kalau dahulu kemasannya berupa besek tetapi karena perkembangan jaman nasi dan lauk pauknya sekarang ini dikemas dengan kardus atau bungkusan nasi saja agar ekonomis,” ujarnya beralasan.

Ia kembali menerangkan, berdirinya Risma sudah sejak lama dan organisasi ini sudah turun temurun berjalan, contohnya mempertahan kan persatuan dengan secara swadaya melaksanakan kegiatan hari besar Islam.

“Saya rasa pemuda di sini tinggal meneruskan atau mempertahankan saja. Karena yang menggembirakan para tokoh dan alim ulama serta senior tetap mengedepankan target regenerasi,” tuturnya bersemangat

Siswa SMK-N 5, Panunggangan, Pinang ini kembali menjelaskan, sejatinya kegiatan Risma selain kerap melaksanakan PHBI tetapi setiap minggu membersihkan makan yang ada dilingkungan kampung Pedurenan.

“Setiap hari Minggu kami sudah melaksanakan bersih-bersih kuburan (makam, red) sama kawan Risma. Remaja putra putri gabung jadi satu secara swadaya tenaga andil membersihkan lingkungan khususnya makam,” ujar Rian salah seorang anggota Risma lainnya.

Rian menambahkan, acara pengajian ruitin pada setiap malam Jumat, belajar seni musik asal negeri Arab (hadro) itu salahsatu agenda kegiatan RISMA.

“Bahkan disetiap malam tertentu kami kerap juga diundang keluar sebagai tamu undangan mengisi acara musik hadro atau marawis dan acara rutin mengaji,” tandas Rian.

Sementara Ustad H. Bahrudin, tokoh masyarakat setempat mengaku sangat mendukung kegiatan rutin tahunan yang digalang para pemuda RISMA.

Selain karena penyelenggaraan PHBI sangat penting dalam rangka mensyiarkan ajaran Islam, tetapi menurutnya, anak muda harus dipercayakan sebagai regenerasi organisasi.

Hal senada juga disampaikan Aluih, Ketua Rukun Warga (RW) 02, Kelurahan Pedurenan, kami mendukung setiap acara positif ini digelar. Apalagi melibatkan unsur kepemudaan.

“Karena regenerasi sangat perlu di jalankan agar tujuan tidak vakumnya Risma sampai tahun-tahun mendatang tetap terjaga,” pungkas Aluih menjelaskan. (PM Red)

kanal partai gerindra
Baca Berita Lainnya
Puji Rahman Hakim Perindo

Komentar telah ditutup.

ut Praesent ipsum risus Lorem Aenean tempus