HUT RI 76

Green Fortune di Tangcity Mall, Ada Bonsai & Suiseki Exhibition

PECINTA TANAMAN HIAS

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Tangcity Mall menghadirkan pengalaman baru untuk para pengunjung setia. Salah satunya pameran bertema ‘Green Fortune’ sedang digelar di Main Atrium mulai 29 Januari sampai 28 Februari 2021 mendatang.

Sebanyak 10 booth pelaku usaha tanaman hias, sayuran hidroponik, pengrajin tembikar, akuarium, hingga produk disinfektan rumah tangga dihadirkan di pusat perbelanjaan yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman, Cikokol, Kota Tangerang itu.

Animo masyarakat yang tinggi terhadap hobi berkebun ini diharapkan bisa memberikan banyak manfaat untuk kesehatan.

Untuk 26-28 Februari 2021 ini, dalam gelaran pameran mall yang didekorasi bernuansa Chinese Garden itu, menghadirkan Bonsai & Suiseki Exhibition yang diikuti sebanyak 104 peserta pecinta tanaman Bonsai dan 62 peserta tanaman Suiseki.

Berbagai kegiatan digelar selama pameran itu. Untuk hari ini digelar Talk Show Bonsai & Suiseki, pada Sabtu 27 Februari besok akan ada Workshop dan Demo Membuat Bonsai. Serta dipenghujung acara ada Demo dan Talk Show Bonsai.

Ketua panitia Bonsai & Suiseki Exhibition, Alex Tangkulung mengatakan, tanaman tersebut merupakan budaya yang dibawa dari luar negeri. Akan tetapi, penggemarnya cukup banyak dari dalam negeri.

“Jadi kita bikin acara ada satu wadah untuk sharing dan belajar termasuk di acara ini kita kumpul untuk sama-sama belajar. Nanti akan ada acara demo, road show,” ujarnya saat ditemui dalam acara tersebut, Jum’at (26/2/2021).

Alex menjelaskan, dalam acara kali ini diikuti sebanyak 104 peserta pecinta tanaman Bonsai dan 62 peserta pecinta tanaman Suiseki. “Ini sifat kompetisinya lokalan karena itu kita enggak bisa lama. Kalau seri pameran nasional bisa lebih dari dua pekan,” katanya.

Alex mengungkapkan, dalam perawatan bonsai lebih susahnya untuk mempertahankan, apalagi jika dimulainya dari nol. Untuk itu, harus betul-betul menguasai bagaimana bonsai tersebut.

“Apalagi sifat bonsai itu ada dataran tinggi, ada dataran rendah. Sifat seninya itu melekat di kita yang mempunyai arti ketenangan. Dari karakter itu kita coba untuk tuangkan dalam tanaman ini,” jelasnya.

“Jadi kita bisa menilai sosok pribadi masing-masing pemeilik bonsai. Jadi kita bisa menilainya dari bonsainya, namanya selera kan beda, kita bisa tarik kalau orang ini sukanya (seleranya) ini,” lanjutnya.

Alex menambahkan, dari tanaman bonsai ada nilai ekonomis yang lebih, selain hobi. Terlebih apabila ada kompetisi atau event-event yang bonsainya menjadi juara, dari situlah para pecinta tanaman itu bisa tawar menawar.

“Jadi kompetisi itu penting, satu untuk dijual satu untuk kepuasan kita. Kemarin kita punya bonsai yang pernah ditawar Rp500 juta saya enggak kasi karena kita pengennya Rp1,5 m. Karena kan kita disini kumpul jadi saling tawar menawar,” jelasnya. (hisyam)

Disarankan
Click To Comments