Via Jalan Serang, Fakta Akses Arus Mudik-Balik Yang Diwaspadai Pemotor

BANTEN,PenaMerdeka – Infrastruktur untuk akses arus mudik dan balik roda dua alias sepeda motor dari Jakarta, Tangerang via Serang yang menuju wilayah Banten dan Pelabuhan Merak lantas menyebrang ke Sumatera meskipun secara umum memadai dilalui, faktanya ditemukan minim penerangan, jalan yang bergelombang dan bahkan berlubang.

Biasanya, dan masih dilakukan pemudik roda dua saat ini yang berasal dari Jakarta menuju Serang, Cilegon, Lebak dan Pandeglang hingga Pelabuhan Merak ke Sumatera dari Jakarta, Tangerang dan sekitarnya menggunakan Jalan Raya Serang.

Sebelum ada Tol Jakarta Merak yang dibangun pada 1984, keberadaan Jalan Raya Serang sangat penting. Sebab bukan hanya sebagai akses arus mudik, tetapi juga pintu distribusi jalan darat untuk barang.

Dan akses itu melewati Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Kabupaten Serang dan Kota Serang hingga Cilegon serta ke Pelabuhan Merak.

Begitu juga sebaliknya, angkutan massal dan distribusi barang dari Sumatera ke Pulau Jawa juga saat itu masih menggunakan Jalan Raya Serang.

Kondisi Akses Arus Mudik dan Balik

 

  • Minim PJU
akses jalan Serang minim penerangan
Jalan Raya Serang masih minin PJU berbahaya bagi pengguna arus mudik dan balik

Sekarang ini pantauan penamerdeka.com, fakta sebelum puncak arus mudik, fasilitas penerangan jalan umum (PJU) tercatat minim. Dikhawatirkan, kondisi ini akan membahayakan bagi yang menggunakan akses mudik akses roda dua yang menyempatkan pulang lebaran saat malam hari.

Untung saja, di sepanjang Jalan Raya Serang, penerangan hanya bisa terbantu dari sejumlah toko yang berada di pinggir jalan. Sehingga kondisi jalan masih bisa bakal terlihat pengguna jalan.

Namun demikian, kebiasaan pengguna roda dua yang melintasi akses arus mudik Jalan Raya Serang pada malam hari tidak lah sedikit. Dengan minim PJU supaya pemudik harus lebih berhati-hati.

Sebab, salah satu alasan pemotor ingin saat mudik dan balik dari kampung halaman pada malam karena menghindari teriknya cuaca siang. Maka memang dibutuhkan tenda istirahat yang banyak pemudik roda dua bisa meluangkan waktunya berisitirahat.

  • Jalan Berlubang dan Berundak
jalan akses mudik berlubang
Jalan yang berlubang masih ditemukan di Jalan Raya Serang

Di sekitar wilayah Cikande, Kabupaten Serang, tidak sedikit ditemukan jalan yang berudak dan ditambah dengan kondisi tengah pada jalan berlubang. Tentu saja ini potensi sekali membahayakan bagi pengguna jalan yang melewati akses arus mudik dan balik di Jalan Raya Serang.

Artinya arus mudik dan balik pengguna roda dua harus waspada lantaran di tengah jalan yang berlubang bisa sangat berbahaya bagi keselamatan, apalagi ditambah fasilitas jalan minim fasilitas PJU.

  • Jumlah Pemudik Motor dan Kecelakaan 2016-2017

Catatan dari Polda Banten, jumlah pemudik yang menggunakan roda dua dan melewati Jalan Raya Serang pada tahun 2016 hingga 2017 mengalami lonjakan yang signifikan.

Dibanding tahun 2016 yang hanya 21 ribu motor, pada 2017 ada sebanyak 29 ribu pemudik yang melintas di jalur Serang menuju Pelabuhan Merak.

Kalau dilihat dari pemudik roda dua antara tahun 2016 dan 2017. Jumlah kecelakaan pengguna akses arus mudik dan balik roda dua mengalami penurunan ketimbang tahun 2016 lalu.

Dirlantas Polda Banten, Kombes Tri Julianto Djatiutomo mengatakan belum lama ini mengatakan, jumlah kasus kecelakaan dalam momen mudik Lebaran 2018 mengalami penurunan dibanding tahun lalu.

“Untuk kasus kecelakaan turun 25 persen” kata Tri dalam diskusi bertajuk mudik di Kantor ASDP Merak, Banten, Selasa, (12/6/2018).

Dirinya menyebutkan ada enam kasus kecelakaan yang terjadi sejak 7 Juni hingga 11 Juni 2018. Jumlah tersebut mengalami penyusutan bila dibanding tahun sebelumnya dengan delapan kasus.

Adapun dari kasus tersebut tidak ada korban meninggal. Tahun 2017 lalu, korban meninggal dalam kecelakaan mudik di wilayah hukum Polda Banten sebanyak tiga orang.

“Korban meninggal dunia turun 100 persen. Jadi secara kualitas dan kuantitas bisa kita turunkan,” ujar dia.

Sementara untuk korban luka berat baik tahun ini maupun tahun lalu berjumlah satu orang. Korban luka ringan turun dai 13 orang menjadi 8 orang atau mengalami penurunan sekitar 38 persen.

“Namun kerugian materil naik Rp37 juta sekian,” tuur dia.

Disebutkan, pengguna motor yang paling banyak mengalami kecelakaan ketika berada di jalur arteri. Dan disebutkan karena mengalami kelelahan tidak konsentrasi pada kondisi jalan dan sistuasi lalulintas.

Pemudik kendaraan roda dua akses arus mudik menuju Pelabuhan Merak di jalur arteri sebaiknya memang harus lebih berhati-hati. Khususnya ketika berada di Km 13 sampai 14 Jalan Raya Serang-Jakarta karena jalan rusak sehingga rawan dengan kecelakaan.

Kerusakan di jalur tersebut terdapat di dua tempat dengan panjang 100 sampai 200 meter. Jalan rusak karena beda tinggi akibat tidak mampu menahan beban kendaraan. Apalagi, di Km 13 dan Km 14, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang memang daerah industri.

 

pemudik korban kecelakaan
Shelli, mengalami kecelakaan roda dua saat melintas jalur mudik via Jalan Raya Serang

Sementara itu, Shelli (45) warga Perum Cipondoh Makmur yang menyempatkan pulang kampung melewati akses arus mudik via Jalan Raya Serang pada H-4 Lebaran berangkat dari kediamannya sekitar pukul 19:00 WIB, Selasa (12/6/2018).

Naas sepeda motor yang dikendarainya oleng lepas kendali lantaran saat melintas di kawasan Jalan Raya Serang Cikande, Kabupaten Serang terperosok karena adanya lubang di jalan.

“Lagi sial pulang kampung malam malah terperosok masuk lubang. Saya kaget karena ada lubang. Dengkul dan sejumlah bagian badan saya mengalami memar,” kata Sheli kepada penamerdeka.com, Kamis (13/6/2018).

Menurutnya, akses arus mudik di Jalan Raya Serang kawasan Ciruas Kabupaten Serang dan Bitung Kabupaten Tangerang banyak jalan yang bergelombang. Untung kata dia, istri dan 1 anaknya tidak mengalami luka yang parah. (redaksi/tim)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Daftar Calon Sementara Anggota DPRD Kota Tangerang 2019

Disarankan
Dirgahayu RI 73 Jazuli Abdillah