Perencanaan Stadion Benteng Kota Tangerang Dinilai Tak Matang dan Lemah Pengawasan

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Perencanaan renovasi Stadion Benteng, Jalan Taman Makam Pahlawan Taruna, Sukaasih, Kota Tangerang dinilai tidak matang. Pengawasan pembangunan itu pun lemah sehingga menyebabkan stadion yang diresmikan pada 11 Januari 1989 lalu itu mangkrak.

Pengamat Politik dan Pemerintahan, Hasanudin Bije mengatakan, kalau suatu pembangunan daerah itu dimulai dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Kemudian rencana itu dikerjakan oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait.

“Kita lihat belakangan terakhir ini tidak menentu arah pembangunan kota Tangerang. Dimulai dari perencanaan yang tidak matang, termasuk stadion ini. Perencanaan yang tidak matang dan pengawasan yang sangat lemah,” ujarnya, Senin (21/6/2021).

“Bahwa tidak profesional untuk mengerjakan itu, sepeti terjadi di stadion benteng. lama keluhan itu terjadi, masa iya aspal baru dikerjakan kemudian bulan depan sudah rusak, hal ini membuktikan perusahaan yang mengerjakan ini tidak profesional,” tegas Bije.

Lantas Bije menyebutkan, fungsi pengawasan yang dilaukan oleh Kelompok Kerja (Pokja) proyek tersebut beserta SKPD terkait lemah. Hal ini, juga membuktikan kalau Pokja tidak profesional dalam memilih perusahaan pemenang tender.

“Ini kan sudah dimulai pengawas berjalan. Kita mulai dari panitia di Pokja-nya, Pokja juga harus profesional, tidak melihat siapa yang mengerjakan, kalau perlu tidak perlu kenal. Harusnya saat memilih pemenang diilihatnya karena pengalaman, perusahaan harus profesional untuk mengerjakan sesuatu,” jelasnya.

INSPEKTORAT HARUS PELOTOTIN PROYEK

Oleh sebab itu, Bije meminta Inspektorat Kota Tangerang harus turun tangan mengawasi proyek tersebut, baik terhadap perusahaan dan instansi terkait.

“Inspektorat harus mengawasi internal terhadap perusahaan dan instansi terkait. Inspektorat harus berdaya, bukan hanya melakukan pemeriksaan sebulan sekali. Kemudian LPJ keuangan setahun dalam APBD tapi juga pengawasan teknis harus dilakukan inspektorat. Sayang APBD yang dikeluarkan sia-sia,” ucapnya.

Menurut data LPSE Kota Tangerang yang diperoleh Satelitnews.id renovasi stadion Benteng saat ini sudah menghabiskan anggaran sebesar Rp 1.680.661.434,61.

Masing-masing untuk pengaspalan Jalur Atletik sebesar Rp. 895.849.020,83 dari pagu Rp 1,1 Miliar. Kemudian, Rp. 784.812.413,78 untuk pengerjaan tribun Barat dengan pagu Rp 1,1 Miliar.

lintasan atletik sudah diaspal. Namun, aspal itu nampak tidak kokoh. Itu terlihat dari sejumlah sisi jalur yang aspalnya ditambal. Tak kurang dari sembilan titik jalur atletik yang ditambal dengan diameter bervariasi. (hisyam)

Disarankan
Click To Comments