HUT RI 76

100 Orang Jemput Paksa Jenazah Pasien Covid-19 di Kabupaten Bekasi

KABUPATEN BEKASI,PenaMerdeka – Sekitar 100 orang lebih menjemput paksa jenazah pasien covid-19 di RS Ridhoka Salma, Jalan Fatahillah, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi. Hal itu lantaran keluarga pasien tak ingin penanganan jenazah dilakukan sesuai prosedur penanganan corona yang berlaku.

“Mereka mau jenazahnya dibawa ke pemakaman umum. Dijelasin oleh dokter, mereka gak terima sambil ngomong kasar,” kata Anggota Satpam RS Ridhoka Salma, Riski Gunawan membenarkan, Senin (28/6/2021).

Riski mengatakan, massa berjumlah sekitar 100 orang lebih berasal dari Kampung Gardusawah, Desa Telagamurni, Kabupaten Bekasi. Mereka datang bersama keluarga pasien yang menjemput paksa secara anarkis.

“Ada anaknya (anak almarhumah). Mereka sudah anarkis, enggak bisa lagi didamaikan secara kekeluargaan. Mereka buat surat pernyataan, dan dari RS juga, bahwa keluarga tidak mau secara prosedur covid-19 penanganan jenazah itu,” katanya.

Sementara itu, Tim Penanganan Covid-19 RS Ridhoka Salma, Dodi Sumardi menjelaskan, jenazah tersebut atas nama EA, berusia sekira 56 tahun. Almarhumah masuk RS pada 17 Juni 2021 dan terkonfirmasi positif covid-19 pada 21 Juni 2021.

Saat itu, lanjut Dodi, EA langsung dipindahkan ke ruang ICU dan mengembuskan nafas terakhir pada 26 Juni 2021 pukul 19.30 WIB.

“Masih banyak masyarakat yang kurang memahami tata cara penanganan prokes untuk pasien covid-19. Pasien covid seharusnya ditangani dengan prosedur covid-19,” kata dia.

Dodi menambahkan, dengan adanya kejadian tersebut peran dari aparatur perangkat desa ataupun pemerintah setempat bisa memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait penanganan pasien covid-19.

“Harapan kami ke depan adanya sosialisasi RT, RW dan pihak desa bahwa untuk penanganan pasien covid harus sesuai prosedur covid-19,” pungkasnya. (ers)

Disarankan
Click To Comments