HUT RI 76

Hakim Tolak Keberatan Terdakwa Kasus Mafia Tanah 45 Hektare di Pinang Tangerang

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Mejlis Hakim menolak keberatan yang diajukan terdakwa Kasus dugaan Mafia Tanah 45 hektare di Kelurahan Kunciran Jaya dan Cipete Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Darmawan (48) dan Mustafa Camal Pasha (61).

Hal itu diputuskan pada sidang keempat yang beragendakan pembacaan putusan selah atas eksepsi terdakwa di PN Tangerang Klas 1 A, Senin, (12/7/2021).

Sidang yang dipimpin oleh Hakim Ketua, Nelson Panjaitan ini berlangsung secara daring dan terbuka untuk umum. Kedua terdakwa yang berstatus sebagai tahanan Kota mendengarkan pembacaan putusan selah atas eksepsinya melalui daring. Sementara, di PN Tangerang Klas 1 A mereka diwakilkan kuasa hukum masing-masing.

“Memutuskan bahwa keberatan sodara Darmawan tidak dapat diterima,” ujarnya saat membacakan putusan selah atas eksepsi terdakwa.

Salah satu keberatan yang diajukan terdakwa yakni surat terkait dengan surat dakwaan. Sehingga dakwaan tidak dapat diterima maka dakwaan harus dibatalkan. Keberatan tersebut pun tak diterima oleh Hakim.

“Pemeriksaan perkara ini harus dilanjutkan,” lanjut Nelson.

Salah satu warga yang menjadi korban penyerobotan tahan, Minarto mengatakan akan terus mengawal kasus ini. Keputusan Hakim yang menolak keberatan terdawa menjadi angin segar bagi mereka yang memperjuangkan tahan kelahirannya.

“Warga akan berjuang sampe membuahkan hasil sekarang jalan sidang seakan sudah ada sedikit kita punya kepastian atau power. Putusan sela sudah sesuai harapan yaitu eksepsi tidak di trima sehingga perkara bisa di lanjutkan,” katanya.

“Dalam persidangan nanti kan akan terbaca apaka ada satu permainan atau bagaimana,” lanjutnya.

Minarto menjelaskan, penyerobotan lahan ini sudah berlangsung sejak 2018 lalu. Namun saat itu, warga masih belum sadar, warga pun baru pada Juli lalu atau satu bulan sebelum eksekusi di Agustus 2020.

“Itu mulai ada pematokan di Juli 2020. Warga baru sadar dan melawan. Artinya itu kan ada penyerobotan lahan dan pengusuran, rumah kita mau diratakan. Masyarakat merasa tidak pernah ada komunikasi dengan Darmawan dan Mustafa Camal Pasha terkait dengan pembebasan lahan,” jelasnya.

Diketahui, Sidang kelima akan dilanjutkan pada Rabu, (21/7/2021) mendatang. Sidang tersebut beragendakan mendengarkan kesaksian dari saksi yang akan dihadirkan oleh para terdakwa. (hisyam)

Disarankan
Click To Comments