HUT RI 76

PN Tangerang Tolak Gugatan, Warga Benda Nangis Histeris Hingga Ngamuk Kecewa

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Pengadilan Negeri Tangerang Kelas 1A Khusus, menolak gugatan yang dilayangkan kuasa hukum warga Kecamatan Benda, korban penggusuran Jalan Tol JORR II Ruas Dua Ruas Cengkareng-Batuceper, Selasa (24/8/2021). Setelah diketuk hasil putusan itu pun warga menangis histeris hingga mengamuk.

Sidang putusan yang selesai sekira pukul 12.30 WIB itu, langsung disambut beberapa warga seperti bapak-bapak, ibu-ibu, remaja hingga anak kecil dengan menangis histeris. Sambil berpelukan kesesama warga mereka meluapkan kekecewaannya menunjuk meja hakim.

Sambil turun keluar gedung Pengadilan Negeri Tangerang Kelas 1A Khusus warga beramai-ramai meluapkan kekecewaannya sambil berteriak ‘Pengadilan Hanya Adil untuk Warga yang Berduit’ dan ‘Pengadilan Mana Keadilannya’ serta ungkapan lainnnya.

Pantauan di lokasi, nampak didepan gedung warga masih meluapkan kekecewaannya hingga pukul 12.45 WIB. Penjagaan pun diperketat oleh pihak kepolisian guna menghindari kerusakan dan lainnya.

“Tadi memang putusan itu dibacakan Majelis Hakim sekira pukul 12.00 WIB lewat, putusan itu menyatakan bahwa gugatan terhadap tergugat ditolak seluruhnya,” jelas Kuasa Humum Penggugat dari LPBH NU Kabupaten Tangerang, Anggi Alwik Juli Siregas, Selasa (24/8/2021).

Anggi menjelaskan, gugatan kliennya yang dilayangkan pada 25 September 2020 kemarin itu ditolak lantaran, kabur atau atau tidak jelas gugatannya.

“Gugatan yang kita inginkan soal PMH (perbuatan melawan hukum) ya, tapi memang pertimbangan saksinya. Rincian yang kita buat soal tanah dan bangunan gitu,” ujarnya.

Langkah selanjutnya, kata Anggi, ia bersama kliennya akan melakukan perundingan terkait dengan keputusan ataupun langkah kedepannya terhadap keputusan pengadilan tersebut.

“Kita akan konsolidasi dahulu, dan warga akan kembali ke posko atau penginapan warga,” ungkapnya.

Anggi menambahkan, gugatan materiil yang dilayangkan pihaknya senilai Rp59 Miliar lebih dan gugatan inmateriil senilai Rp1 Miliar. “Karena warga itu menginginkannya disamakan dengan yang lain,” pungkasnya. (hisyam)

Disarankan
Click To Comments