HUT RI 76

ICMI Bedah Buku, Wow Ada Kisah Munculnya Keajaiban! Ini Penjelasannya

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Buku berjudul ‘Gerak Membawa Keajaiban’ yang ditulis Dr Mahfud Fauzi dalam catatan penulis mengkisahkan soal sesuatu yang tidak mungkin alias ajaib bakal muncul asalkan saat bergerak manusia tidak putus ihtiyar bergerak.

Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Orsat Pinang, Kota Tangerang, Banten, menjadi penggagas bedah buku yang digelar secara virtual pada Minggu (19/9/202) lalu.

Dalam kesempatan itu ICMI menghadirkan penulis buku langsung yakni Dr Mahfud Fauzi. Hadir penasihat ICMI Suhanda, M.Si dan ketua ICMI Pinang Rasyid Taufik. Lalu sebagai moderator salah seorang pengurus Farhani Fasya.

Mahfud menyebut soal pentingnya bergerak yang akan nantinya bakal melahirkan keajaiban.

“Perubahan dimulai dari bergerak, bagaimana pergerakan itu melahirkan manfaat keajaiban/amazing dalam tatanan individual maupun kolektif. Tentunya, keajaiban itu harus menghembuskan nafas yang berkah, pergerakan yang memiliki daya plus kebaikan,” ujar pria yang tahun ini menjadi tim literasi digital nasional.

Penulis mendeskripsikan kisah bergeraknya bunda Hajar pada saat membutuhkan air ditengah kehausan baby Ismail.

Ditengah padang pasir, tidak ada warung, tidak ada go send atau go food. Yang dilakukannya adalah bergerak dan bergerak.

Memulainya dengan sikap optimis dan positif bahwa di bukit Sofa ada air, nyatanya tidak ketemu. Tak berhenti disitu, nampaknya di bukit Marwah ada air, tetap saja nihil tidak ditemukan air.

“Ini terus dilakukan sampai puncak ketujuh kalinya dengan seraya melibatkan Allah dalam doanya,” kata Mahfud.

Akhirnya yang datang bukan hanya air untuk baby Ismail, akan tetapi air zamzam untuk sepanjang zaman, air untuk keperluan apa saja. Demikian pergerakan yang merubah menjadi berkah.

Penasihat ICMI, Suhanda, M.Si, mengatakan dalam kesempatan sama mengatakan, kehadiran buku Gerak Membawa Berkah ini bisa menginspirasi generasi milenial untuk bergerak, berkarya dan berprestasi.

Bedah Buku Gerak Membawa Berkah ini mendapat banyak respon positif dari peserta yang hadir.

“Mulai dari otokritik makna hakiki keberkahan, pengembangan makna yang lebih holistik dari gerak individu dan gerak kolektif, serta komentar dukungan yang bersifat dorongan untuk terus berkarya menulis buku,” pungkas Suhanda. (hisyam)

Disarankan
Click To Comments