Santri Digratiskan! WH Klaim Rencana Bangun Ponpes Sejak Jabat Kades

RESMIKAN MASJID DAN BANGUN PONPES TAHFIDZ PRIBADI

BANTEN,PenaMrrdeka – Di kedimannya, Jalan H Djiran, Pinang, Kota Tangerang, Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) resmi meletakan batu pertama asrama santri putri Ponpes Tahfidzul Quran, Jumat (7/1/2022).

Dalam kesempatan sama mantan wali kota Tangerang itu juga sekaligus meresmikan Masjid Birrul Walidain. 

“Niat untuk membangun pesantren sudah lama, sejak tahun 1976 saat saya masih menjadi kepala desa (Kades),” ungkap Gubernur WH. 

Dia menegaskan, kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten selalu dekat ulama. Dan kebijakannya juga memberikan pendampingan kepada aktivitas para ulama. 

“Saya membangun pondok pesantren untuk menyempurnakan iman saya. Dalam rangka bersyukur kepada Allah SWT yang telah menempatkan saya pada posisi-posisi yang luar biasa,” tambahnya. 

Dalam kesempatan itu, Gubernur WH juga menegaskan kebijakannya bersama Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy dalam mendorong para Aparatur Sipil Negara (ASN) Provinsi Banten untuk berzakat dan bersedekah melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). 

Selanjutnya disalurkan kepada mereka yang berhak menerima zakat, infak, dan sedekah. 

“Potensi zakat para ASN Pemprov Banten per bulannya bisa mencapai Rp 800 juta hingga Rp 1 miliar,” ungkapnya. 

“Kebijakan Pemprov Banten selalu dekat dan melakukan pendampingan ulama,” tambah Gubernur WH. 

Dijelaskan, asrama putri yang sedang dibangun dengan kapasitas 3 lantai yang dapat menampung 120 orang santri. Komplek pesantren sendiri berdiri di atas tanah seluas 6000 meter persegi. 

img 20220107 wa0024
Gubernur WH Bersama Wagub Andika Hazrumi meresmikan Masjid Birrul Walidain di Jalan H Djiran, Kota Tangerang. (ISTIMEWA)

Sementara KH Fachrudin Al Bantani dalam kesempatan sambutan mengungkapkan, memakmurkan masjid dilakukan melalui dengan mengisinya ibadah, perbuatan baik, serta membangun masjid. 

“Orang yang memakmurkan masjid adalah orang yang ada keimanan dalam dirinya,” ungkapnya. 

“Nama masjid ini (Birrul Walidain, red) sebagai isyarat mengamalkan ajaran orang tua. Mudah-mudahan Pondok Pesantren Tahfidzul Quran ini menjadi benteng Islam bagi kita semua,” tambah KH Fachrudin. 

Sebagai informasi, Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Wahidin Halim berdiri pada 10 Januari 2020. Para santri tidak dipungut biaya alias gratis. 

Dengan visi mewujudkan generasi muda Qur’ani yang berakhlakul karimah dan berjiwa pemimpin, saat ini Ponpes Tahfidzul Qur’an Wahidin Halim memiliki santri sebanyak 21, mayoritas santri merupakan anak yatim piatu serta dari dhuafa. (dra)

Disarankan
Click To Comments