hsn ads Syarifudin Salwani

Harga Minyak Dunia Merambat Lagi Walau Sempat Turun, Sekarang ke US$112

NAIK 3 PERSEN

JAKARTA,PenaMerdeka – Harga minyak mentah dunia tercatat naik hingga 3 persen pada akhir perdagangan Jumat waktu AS atau Sabtu (12/3/2022) pagi WIB, setelah di perdagangan hari sebelumnya sempat turun ke angka US$109 per barel. 

Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Mei diketahui melonjak hingga US$112,67 per barel pada awal perdagangan atau naik sekitar 3,1 persen dari harga penutupan sebelumnya.

Sementara, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) pengiriman Mei tumbuh sebesar 3,1 persen menjadi US$109,33 per barel setelah menyentuh harga terendah di US$104,48 per barel.

Dibandingkan dengan pekan sebelumnya, harga minyak berjangka Brent yang sempat naik lebih dari 20 persen kini mengalami penurunan sebesar 4,8 persen. Penurunan terjadi setelah harga Brent mencapai level tertingginya pada US$139,13 per barel, Senin (7/3).

Senada, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) juga mengalami penurunan mingguan sebesar 5,7 persen setelah menyentuh tertinggi US$130,50 per barel 130,50 pada Senin (7/3).

Pada Jumat (11/3), masalah pasokan minyak diprediksi mencuat lagi setelah negosiasi kesepakatan nuklir Iran 2015 terancam berhenti di tengah jalan. Hal ini dikarenakan Rusia meminta kekuatan dunia untuk menghentikan negosiasi tersebut. 

Analis UBS Giovanni Staunovo mengatakan, penundaan pembicaraan untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir Iran 2015 menjadi salah satu faktor pendukung kenaikan harga minyak di pasar global.

“Pelaku pasar sekarang akan melacak dengan cermat data ekspor Rusia untuk mengetahui berapa banyak (pasokan) yang terganggu,” ujarnya dikutip dari Antara.

Sementara itu, dia juga menilai mulai minggu depan pasar akan mulai beralih kepada laporan pasar minyak dari Badan Energi Internasional (IEA) dan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC).

Sejak invasi militer Rusia ke Ukraina, pasar minyak memang menjadi yang paling bergejolak.

Harga minyak mentah Brent sempat tembus US$139 per barel, level tertinggi dalam 14 tahun terakhir. Tetapi, harga kembali menyusut, setelah Vladimir Putin berjanji akan tetap mengirimkan pasokan. (uki)

hsn ads Rafiudin akbar
Disarankan
Click To Comments