Pemkot Tangerang Catat 209 Rumah Warga Layak Dibedah Tahun Ini

GELONTORKAN DANA RP9 MILIAR

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Perumahan dan Permukiman mencatat 209 rumah warga yang terverifikasi dan tervalidasi layak untuk masuk dalam program bedah rumah pada tahun ini. Ditargetkan tahun ini mencapai 300 lebih rumah dibedah.

Progam bedah rumah tahun ini pun diawali dengan meletakan peletakan batu pertama pada salah satu rumah warga, Dana di Kampung Sukatani, RT 1, RW 14, Kelurahan Karang Sari, Kecamatan Neglasari, Rabu (23/3/2022). 

Wakil Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menyebutkan sepanjang tahun 2014-2021 pihaknya telah membedah sebanyak 7.032 unit rumah tidak layak huni di wilayah kota berjuluk Akhlakul Karimah tersebut. Hal ini dilakukan dalam rangka mewujudkan kota layak huni atau liveable, dengan hunian yang layak bagi warganya.

“Hari ini kita melakukan peletakan batu pertama di rumah pak Dana. Kita sampai tahun 2021 Pemkot Tangerang sudah membangun atau membedah kurang lebih 7.032 rumah warga,” katanya.

“Dan tahun ini dimulai di rumah pak Dana. Semoga pembangunan ini cepat selesai dan program bedah rumah ini bisa bermanfaat untuk masyarakat Kota Tangerang yang di bedah rumahnya,” sambungnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Tangerang, Sugiharto Achmad Bagdja, mengatakan program bedah rumah ini mengambil data dari aplikasi SiData. Ketika itu ada tim survei untuk melakukan verifikasi langsung ke lapangan.

“Kita ada tenaga surveier yang memiliki kualifikasi khusus dengan teknis ataupun arsitek. Mereka melakukan pendaftaran kita identifikasi dan setelah direkrut mereka melakukan verifikasi di lapangan,” katanya.

“Dan mereka yang menyatakan layak dan tidak layak bukan dari internal kita. Jadi hasil yang tersampaikan dari RT, RW, lurah dan camat itu kita verivikasi karena itu button up dari bawah teridentifikasi dan kita tindaklanjuti,” lanjutnya.

Sugiharto menambahkan, pada tahun ini sebanyak 209 rumah warga yang sudah terverifikasi dan tervalidasi untuk dilakukan bedah rumah. Pihaknya juga akan melakukan identifikasi dan perkembangan lagi untuk menambah jumlah dari program tersebut.

“Saat ini anggarannya Rp9 Miliar dan tetap kita identifikasi kalau data lengkap besarannya kita cek ulang dan kita koordinasikan dengan teman-teman yang survei di lapangan,” jelasnya. (hisyam)

Disarankan
Click To Comments