hsn ads Syarifudin Salwani

Demokrat Naksir Usung AHY-Cak Imin Sebut Terbuka Bangun Koalisi

BAKAL KERUCUTKAN SIKAP 2023

JAKARTA,PenaMerdeka – Partai Demokrat merespons PKB yang ingin berkoalisi asalkan menjadi pemimpin di poros. Partai mercy itu terbuka berkoalisi dengan PKB mengingat pengalaman politik keduanya saat masa kepemimpinan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). 

“Partai Demokrat tak ada beban dan terbuka untuk membangun koalisi dengan partai manapun termasuk dengan PKB. Kita punya pengalaman koalisi selama dua periode Pemerintahan SBY,” kata Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat Kamhar Lakumani kepada wartawan, Rabu (25/5/2022).

Namun, soal figur capres dan cawapres, Kamhar menyebut pihaknya bakal mengerucutkan sikapnya pada akhir 2022 atau 2023 mendatang. 

Kendati begitu, dia menganggap figur Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) maju menjadi capres dan Ketum PKB Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menjadi cawapres merupakan tawaran yang menarik apabila keduanya berkoalisi.

“Terkait Pilpres 2024, sikap politik Partai Demokrat baru akan mengerucut di penghujung 2022 atau awal 2023 nanti. Itu menjadi tawaran menarik (soal AHY dan Cak Imin),” katanya.

Hanya, lanjut Kamhar, PD dan PKB masih belum memenuhi syarat ambang batas presidential threshold sebesar 20% sebagai koalisi yang hendak mengusung capres. 

“Tapi Partai Demokrat dan PKB saja belum cukup untuk tiket, masih butuh satu partai lagi untuk memenuhi ambang batas Pilpres,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid berbicara terkait koalisi Pilpres 2024. Jazilul menyampaikan, PKB ingin membuat koalisi di Pemilu 202

“Sangat mungkin, sangat mungkin karena PKB partai tengah artinya masih ada partai tengah lain misalkan NasDem setuju jalan, jadi,” kata Jazilul kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (25/5/2022) kemarin.

Namun tidak tertutup kemungkinan PKB juga akan bergabung dengan koalisi lain asalkan, menurutnya, PKB yang memimpin koalisi.

“Setiap partai atau PKB sebenarnya melihat momentum 2024 itu momentum baru, PKB ingin memimpin poros lah jangan ikut terus tetapi kita harus sadar diri, kecuali kita bergabung dengan Golkar PAN PPP nah itu kan hampir satu rumpun, atau juga katakanlah Demokrat, jadi PKB ingin memimpin poros itu,” jelasnya. (jirur)

hsn ads Rafiudin akbar
Disarankan
Click To Comments