Ads Helmi Halim

Keluarga Almarhum Pejuang Pemilu Ciledug Kota Tangerang Menagih Santunan Pemerintah

0 357

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Keluarga almarhum pejuang pemilu 2019 sedang menunggu kabar baik terkait penyaluran santunan. Di wilayah Ciledug, Kota Tangerang, sebagai penyelenggara ada dua personil yang sempat menjalani opname, keguguran, patah tulang hingga meninggal dunia.

Kini dikabarkan belum terdata oleh KPU Kota Tangerang. Padahal mereka sangat membutuhkan santunan yang dijanjikan pemerintah.

Menurut Kori Abdulah Ketua PPK Ciedug dikonfirmasi, keluarga almarhum anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) sampai hari ini kami pastikan belum terkonfirmasi pendataan sebagai calon penerima santunan dari KPU Kota Tangerang.

“Soalnya kan ada anggota KPPS yang bertugas di TPS 45 di Kampung Parung Serab, Sudimara Selatan yang meninggal. Namanya Sukardi. Tapi pas saya nanya ke keluarga almarhum belum dihubungi pihak yang bakal memberikan santunan,” ucapnya kepada penamerdeka.com, Senin (13/5/2019).

Sukardi kata Kori, saat bertugas di TPS masih memang masih dalam keadan sehat. Kami tidak tahu apakah almarhum mempunyai masalah dengan riwayat kesehatannya. Tetapi sempat menyelesaikan proses perhitungan hingga TPS ditutup.

“Selepas tugas, dari pengakuan keluarga dia jatuh sakit. Lalu keluarganya menyarankan untuk diobati di kampung halamannya di Purwerejo, Jawa Tengah. Katanya di sana sempat dibawa ke rumah sakit,” tukasnya.

Sayang keluarga mengabarkan kepada kami karena selaku PPK bahwa nyawa Sukardi tidak dapat tertolong.

Wafatnya memang di kampung halamannya, tetapi almarhum sempat bertugas sebagai KPPS di TPS 45, RW 02, RT 11, Kampung Parung Serab. Selepas itu dia sudah mengeluh sakit.

“Kami memang mengharapkan santunan segera turun. KPU belum datang ke keluarganya. Selain ada yang meninggal saya berharap anggota PPS Sudimara Jaya Gabby Selyvia yang keguguran saat mengandung anak ke dua juga diberikan santunan,” ucap Kori berharap.

Begitu juga saat petugas di Kelurahan Paninggilan saudara Muhiyar yang tangannya terkilir lantaran jatuh dari mobil saat mengangkut distribusi logistik, dia juga pungkas Kori butuh bantuan pengobatan. (hisyam)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...