Disebut Masuk Bursa Cawalkot, Ini Penjelasan Ketua ISNU Kota Tangerang

bursa cawalkot tangerang

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Dedi Mahfudin, Ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kota Tangerang, sempat diisukan masuk bursa cawalkot (calon walikota) Tangerang. Sebab ratusan spanduk bergambar photo dirinya kerap terpangpang hingga ke pojok wilayah Kota Tangerang.

“Ini bukan mau menaikan popularitas atau elektabilitas menjelang Pilkada mas, tapi untuk mensosialisasikan program dan syiar agama dari Kemenag,” ucap Dedi via ponselnya ketika dikonfirmasi PenaMerdeka.com, Minggu (05/11/2017).

Ia mengaku memang ada yang menyatakan langsung kalau dirinya bakal mencalonkan diri dalam Pilkada Kota Tangerang. Bisa jadi masuk bursa cawalkot, mungkin mereka berpendapat seperti itu lantaran awalnya banyak spanduk yang menyertakan photonya.

Setiap momen yang bersinggungan dengan kegiatan keagamaan kata pria yang juga menjabat Kepala Kantor Kemenag Kota Tangerang selalu dilakukan sosialisasi bukan hanya dari selebaran ke sekolah atau instansi terkait tetapi spanduk juga tidak jarang dipasangkan.

“Saya memang mempunyai jaringan dari NU. Memang ada yang menyatakan mendukung kalau saya mau maju. Karena mereka menganggap sudah masuk dalam survei popularitas. Sekarang ini mau konsen kerja, bukan ke calon walikota atau wakil walikota,” kata Dedi menegaskan.

Momen ini bukan dijadikan sebagai ajang politik praktis. Namun kata Dedi, soal baner atau spanduk yang sengaja dipangpang untuk sosialiasi kegiatan. Hanya saja anehnya ketika baru dipasang kerap ada yang langsung mencopot.

“Mungkin ada yang takut tersalip popularitasnya dalam bursa cawalkot,” katanya bercanda.

Padahal itu hanya berisi ajakan kepada masyarakat supaya menjaga setiap momentum. Seperti kegiatan tahun baru Islam.

“Tahun baru Islam harus dimaknai secara mendalam. Jangan hanya selama ini kita terfokus hanya tahun baru nasional yang didalamnya kerap diisi dengan acara menghamburkan uang,” tukasnya.

Jangan disalah artikan masuk bursa cawalkot. Contohnya kata Dedi, terkadang dalam tahun baru nasional kita memasang kembang api hingga nilai rupiahnya luar biasa.

Maka itu setiap program hari santri juga harus kita dorong. Lantaran ini program pemerintah pusat.

“Lagi lagi saat hari santri nasional pun spanduk ajakan itu baru semalam dipasang sudah dicopot. Kami bersama panitia saat itu hanya mensosialisasikan acara supaya sukses. Yang saya bilang tadi, walaupun ada sejumlah dukungan. Tapi yaa bukan maksudnya tercatat di bursa cawalkot atau wakilnya. Belum lah,” pungkas Dedi. (deden)

Disarankan
Click To Comments