KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Catatan penting muncul dari hasil diskusi di Semanggi Center Cikokol Kawasan Pendidikan Kota Tangerang. Mendorong perihal pentingnya Perda Pemajuan Kebudayaan di kota seribu industri tersebut. 

Aktivis yang terdiri dari 11 orang ini menuangkan gagasan dan membeberkan ide kemajuan kebudayaan di Kota Tangerang.

Tim 11 ini digawangi oleh aktivis dari berbagai basic keilmuan ini terdiri dari tokoh masyarakat, pelaku seni, akademisi, dan tak ketinggalan kalangan jurnalis.

Diantaranya ada nama Ibnu Jandi, Mukafi Solihin, Edi Bonetski, Bambang Kurniawan, Ukon Furkon Sukanda, Adib Miftahul, Madin Sumadiningrat, Rudi dan sejumlah nama lainnya.  

Menurut Madin Ketua Dewan Kesenian Kota Tangerang menyebutkan pentingnya Perda Pemajuan Kebudayaan.

“Pentingnya Perda Pemajuan Kebudayaan sehingga Pokok Pikiran Kebudayaan Kota Tangerang menjadi jelas arah gerakannya. Hal ini berimbas positif kepada pelaku budaya, pengambil kebijakan baik di legislatif mau pun eksekutif dan juga tentunya masyarakat luas,” ungkap Madin, Senin (3/10/2022) malam.

Menurutnya pengajuan draft Raperda pernah dilakukan oleh pelaku budaya Kota Tangerang. Baik itu kepada dinas terkait serta DPRD Kota Tangerang.

Sementara kata Rektor Yuppentek, Bambang Kurniawan, jika Perda ini bisa dilahirkan maka apa pun kegiatan yang menyangkut budaya memiliki payung hukum yang jelas. 

Namun pengawalan tidak hanya pada bagaimana lahirnya Perda, tapi juga bagaimana setelah lahirnya Perda bisa dilanjutkan sebagai lahirnya Perwal.

“Lahirnya Perda tentu saja membawa dampak positif bagi Pemajuan Kebudayaan, namun perlu digaris bawahi bahwa Perda yang dilahirkan agar tidak membatasi kegiatan dan ekspresi budaya yang sudah berjalan saat ini,” kata pria yang akrab disapa mas Bembeng itu.

Gerakan ini diinisiasi juga atas dasar diskusi publik yang digelar oleh AboutTNG yang bertajuk Festival Budaya Kota Tangerang pada akhir pekan kemarin. 

Penggiat AboutTNG, Andika Panduwinata menilai bahwa peran milenial pun harus dilibatkan dalam kebudayaan di Kota Tangerang ini.

“Informasi Pemajuan Kebudayaan perlu lebih ditingkatkan lagi sehingga bisa mencapai dari boomer sampai Gen Z. Di sini pentingnya media sosial setiap pelaku kebudayaan untuk memaksimalkan fungsi medsosnya terkait hal ini,” ungkapnya. (hisyam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *