KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menyiagakan puluhan personel setiap pekannya untuk membantu korban terdampak gempa di Desa Sarampad, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur.
Kasatpol PP Tangsel, Oki Rudianto mengatakan, pihaknya sudah dari hari pertama bencana pada Senin (21/11/2022) lalu yang mengguncang dengan magnitudo 5,6 mengirim pasukan untuk melakukan evakuasi warga dan alat berat.
“Kami dari hari pertama sudah mengirimkan pasukan saat malam setelah guncangan gempa team kecil 12 orang bertahan sampai satu pekan,” ucapnya saat ditemui PenaMerdeka.com di Desa Sarampad, Kecamatan Cugenang, Rabu (14/12/2022).
Oki menjelaskan, kemudian pada pekan kedua pihaknya menerjunkan 81 personel dan saat ini sudah team keempat yang disiagakan secara bergantian setiap pekannya dengan target sampai rumah warga yang hancur dibantu dirapihkan.
“Untuk sekarang ini yang dibutuhkan oleh masyarakat selain logistik, juga kebutuhan untuk pembangunan merenovasi rumahnya,” katanya.
Sementara itu, Kepala BPBD Tangsel, Bani Khosyatulloh menyebutkan, personelnya bersama Satpol PP sudah sejak hari pertama dan pada hari kedua mengawal pengiriman logistik dari warga kota yang beromoto cerdas, modern, religius tersebut.
“Alhamdulillah warga Tangsel ada yang mengirimkan logistik berupa satu truk beras, satu truk mi instan, terpal beserta popok bayi dan sampai hari ke dua ada juga yang mengirimkan lagi,” tuturnya.
Bani menyatakan, pada hari kedua datang pasukan BPBD Kota Tangerang hingga akhirnya bergabung dan mendirikan posko Tangerang Raya untuk membantu dan mengendalikan pasokan logistik ke rumah-rumah warga.
“Karena dari Kabupaten Tangerang, Tangsel, Kota Tangerang berkumpul disini dan sampai detik ini Alhamdulillah satpol PP mengirim setiap pekan 70 personel secara bergantian,” katanya.
Bani menambahkan, untuk BPBD Tangsel mendirikan 3 tenda untuk bagian logistik, warga, dan untuk personel yang disiagakan di lokasi tersebut serta mendirikan dapur umum dengan alat berat untuk melakukan evakuasi.
“Alhamdulillah sampai saat ini Kota Tangerang Selatan belum putus dan kemudian yang dibutuhkan saat ini terpal untuk warga mendirikan tenda tinggal di depan rumahnya,” tuturnya.
“Kemudian para anak-anak membutuhkan trauma healing sedangkan untuk logistik sejauh ini stok masih ada karena terus berdatangan di himpun untuk di kendalikan distribusikan dan tercukupi,” tukasnya. (Hisyam)







