BANTEN,PenaMerdeka – Ada cerita terungkap yang menginpirasi dari seorang kontestan bakal calon (Bacalon) pemilihan umum gubernur (Pilgub) Banten 2024. Adalah sosok Andra Soni politisi asal Partai Gerindra.

Ternyata, dibalik rangkaian karir politik cemerlangnya membeberkan makna rahasia hidup yang tak ujug-ujug gampang diraih. Sempat terjepit mengarungi hidup, tetapi proses ikhtiarnya berujung membawa kabar bahagia.

Andra Soni sempat menjabat Ketua DPC Partai Gerindra Kota Tangerang sebelum menjadi Sekretaris dan menjabat Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Banten.

Jabatan yang masih diembannya kini sebagai Ketua DPRD Provinsi Banten periode 2019-2024. Namun Andra tak menyangka kehidupan menjadi pimpinan partai dan Ketua DPRD bermula karena melakoni hidup dengan nilai ridho kuasanya Tuhan. Tempaan dari keluarga yang tercatat sangat pas-pasan dijalani Andra dengan ikhlas.

Terkini, ‘ujian’ Andra Soni ada pada kancah Pilgub, ya benar bukan tanpa sebab, dirinya dibidik rakyat tanah jawara untuk menjadi orang nomor satu (1) di Banten alias supaya jadi gubernur pada ajang Pilkada serentak yang digelar 27 November mendatang.

PENGORBANAN DAN PILIHAN HIDUP

Dalam proses kehidupan Andra menyebutkan, ada konsekuensi dan pengorbanan.

Termasuk kata Dia soal pengorbanan ikhlas pada pilihan. Ditegaskannya, apakah duduk di legislatif atau fokus di kancah Pilgub Banten sehingga mampu dilakoni ikhlas.

Artinya Dia harus rela mundur dari jabatan anggota DPRD Banten terpilih untuk periode 2024-2029 meskipun sempat bertarung sengit pada Pileg lalu. Tetapi untuk gelanggang amanah Pilgub yang lebih besar dirinya menyatakan mundur sebagai wakil rakyat terpilih.

img 20240721 174136
Ketua DPRD Provinsi Banten, Andra Soni saat kegiatan. (istimewa)

“Saya rela, siap (mundur DPRD terpilih,red). Karena itu persyaratan pencalonan juga. Dan saya Insya Allah sudah siap ikhtiar Pilgub Banten,” ucap Andra Soni kepada PenaMerdeka.com, Minggu (21/7/2024).

Dia mencontohkan, tidak terbayang bahwa bermula masa hidupnya yang telah menemui banyak ujian. Namun takdir sang kuasa Allah Swt memberikan anugerah amanah untuk rakyat Banten.

”Ini adalah sebuah anugerah bagi saya. Saya tidak pernah bermimpi menjadi Ketua DPRD Provinsi Banten. Ini sejarah penitian perjalanan hidup saya sebagai pribadi. Sejarah bagi keluarga saya, sejarah bagi orang tua saya, sejarah bagi keturunan saya,” ujar pria kelahiran 12 Agustus 1976 ini.

RIDHO DITEMPA UJIAN

Orang tua Andra disebut hanya seorang petani desa. Dengan penghasilan yang hanya cukup untuk membekali makan keluarga saja. Kerap uang yang dihasilkan dari bertani tak mencukupi kebutuhan keluarga.

Berkaca dari kondisi penghasilan itu, akhirnya dengan penuh pertanggungan sebagai kepala keluarga, sang orang tua Ayah memutuskan untuk pindah meninggalkan kampung halaman Payakumbuh, Sumatera Barat (Sumbar).

Orang Tua Andra memutuskan mengadu nasib merantau ke Pekanbaru, Provinsi Riau menjadi seorang kuli bangunan. Andra yang saat itu masih berusia balita ikut diboyong bersama keluarga.

Lagi lagi Andra menyebut bahwa pendapatan yang dikantongi orang tuanya dari bekerja sebagai kuli bangunan di Pekanbaru, tidak mencukupi kebutuhan ekonomi keluarga saat itu. 

TKI ILEGAL MERANTAU KE NEGERI JIRAN MALAYSIA

Kali ini orang tua Andra memutuskan bertolak ke daratan yang lebih jauh, yakni merantau ke Negeri Jiran, Malaysia sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Di negara serumpun Indonesia itu keluarga Andra mengais upah dari hasil perkebunan sebagai buruh tani sawit.

Keputusan yang diambil memang cukup mengandung resiko, sebab orang tua Andra berangkat menjadi TKI ibarat main tak umpat dengan petugas. 

Lantaran alias menjadi TKI ilegal, jadi keberangkatannya ke Malaysia harus dilaluinya dengan sembunyi sembunyi karenakan tak mengantongi dokumen resmi.

Kendati berstatus ilegal pemerintah setempat tetap memberikan kesempatan kepada anak TKI untuk mengenyam pendidikan di tingkat sekolah dasar (SD).

Setelah tamat SD, Andra tak bisa melanjutkan pendidikannya ke Sekolah Menengah Pertama (SMP) akibat terbentur kelengkapan dokumen. 

BALIK KE INDONESIA DITERPA EKONOMI CEKAK

Pria yang dikenal ramah ini akhirnya pulang ke Indonesia menetap bersama kakaknya di Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang. Dan melanjutkan pendidikan tingkat SMP.

Kondisi yang serba cekak tak jarang Andra kerap kehabisan ongkos dan terpaksa menginap di rumah kawannya karena tak bisa pulang.

”Fase saya sekolah saya tinggal bersama kakak saya, tapi saya enggak sekolah di Ciledug. Saya sekolah di Jakarta, berarti dari Ciledug berangkat sekolahnya,” katanya.

JADI ANAK ANGKAT DARI KETURUNAN KELUARGA EKS MENDAGRI

Singkat cerita anak kelima dari enam bersaudara ini mengaku beruntung pemilik rumah yang sering disinggahi menginap menawarkan Andra untuk menetap.

Dia adalah Raden Muhidin Wiranata sang orang tua angkat yang menyekolahkan tingkat SMA merupakan putra mantan Menteri Dalam Negeri. Yakni Raden Aria Adipati Wiranata Kusuma yang pernah menjabat Mendagri RI pertama kala itu. 

”Penyebab saya enggak bisa pulang itu kehabisan ongkos, ditawarin nginep. Namanya ditawarin nginep mau. Kamarnya ada, kasurnya, sarapannya kan juga disiapkan,” ujarnya.

Hingga selepas lulus SMA Andra Soni tak sanggup melanjutkan langsung duduk dibangku kuliah.

SELEPAS SMA MENITI HIDUP MANDIRI 

Dia memutuskan bekerja pada perusahaan di Jakarta. Gaji yang diterimanya dikumpulkan dan akhirnya bisa mendaftar kuliah di STIE Bakti Pembangunan di bilangan Jaksel, untuk program Diploma III.

img 20240721 160748
Bacagub Banten Andra Soni (kemeja putih lambaian tangan kanan) ditengah-tengah masyarakat. (istimewa)

”Saya bayar kuliah sambil nyicil,” kata Andra yang dalam Pilgub Banten nanti berpasangan dengan politisi Achmad Dimyati Natakusumah.

Krisis moneter yang dialami Indonesia saat itu sempat membuat Andra terseok seok menjalani hidup. Apalagi untuk membiayai kuliah dengan bekerja tak berjalan mulus. Dia sempat banting haluan pindah bekerja.

“Di situ saya bekerja lagi, saya dapat uang lagi. Tapi saya pindah (kelas) malam,” ucapnya.

Cerita Andra Soni memang seakan tak pernah lekang dengan kesusahan perjalanan hidup. Kesibukannya pindah bekerja meskipun sebagai tukang antar surat, membuat Andra tak bisa full mengerjakan tugas kuliah.

Proses menimba ilmu dibangku kuliah sempat terkendala karena membagi waktu bekerja dan kuliah. Bahkan ada satu mata kuliah yang tidak lulus hingga tiga kali mengikuti ujian.

”Mata kuliah itu keahlian saya, manajemen pemasaran,” ujarnya.

MERASAKAN RAHASIA HIDUP DIANTARA KEGIGIHAN

Di tengah perjalannya, Andra berpikir membangun perusahaan sendiri. Bermodalkan nekat diwujudkan membangun perusahaan ekspedisi. Bahkan, perusahaan yang dibangunnya telah memiliki perwakilan di sejumlah negara.

Takdir dan rizki dari kerja keras dibungkus ikhtiar yang tawakal mulai menampakan hasil dan dirasakan Andra. Karir politiknya dimulai saat berlangsungnya Pileg 2014 melalui perahu partai Gerindra hingga sekarang.

Andra Soni dikenal sebagai politikus santun, gemar berbagi dan menghargai sesama lantas dekat dengan rakyat.

Maka itu karir politiknya sebagai wakil rakyat tetap mulus lantaran berangkat kepribadiannya. Di Pilgub Banten 2024 banyak orang mendukung agar Andra Soni menjadi gubernur sehingga bisa menyajikan kebijakan pro rakyat. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *