KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Pengerjaan pemasangan JPU 1000 milimeter milik Perumda Tirta Benteng (TB) Kota Tangerang, Banten mengalami kebocoran pipa yang mengakibatkan aktivitas lalu lintas sempat terkendala.
Direktur Teknis Perumda TB Kota Tangerang, Joko Surana menyebutkan, kebocoran yang terjadi di Jalan KS. Tubun, Kelurahan Koang Jaya tersebut lantaran adanya keretakan tanah.
Sehingga, lanjutnya menyembuhkan lumpur ke permukaan jalan saat proses pengerjaan proyek pengoptimalan layanan pelanggan di perusahan air bersih berplat merah Kota Tangerang.
“Kami perumdam Tirta Benteng meminta maaf kepada seluruh masyarakat dan pengguna jalan akibat dampak kebocoran lumpur yang tak terduga dalam pengerjaan pemasangan JPU diameter 1000 millimeter kemarin,” ucapnya di lokasi kebocoran kepada wartawan, Kamis (20/10/2024) petang.
Joko mengatakan, saat ini kebocoran pipa yang terjadi pada Rabu (23/10/2024) kemarin tersebut sudah tertangani dengan melakukan upaya pengecoran.
“Kami targetkan seminggu kedepan, kondisi jalan kembali normal. Dimana, saat ini progres pengecoran sudah 50% dan besok malam kita sudah lakukan pengecoran di sisi sebelah kanannya,” ujarnya.
Joko menjelaskan, upaya peningkatan layanan atau perbaikan pelanggan Perumdam TB kota Tangerang itu menggunakan sistem HDD, yaitu sistem bor secara horizontal untuk pemasangan.
“Selanjutnya, kita sudah koordinasi pada pihak kepolisian, dishub untuk melakukan rekayasa lalu lintas. Supaya aktifitas masyarakat sekitar, UMKM, dan pengendara pun cepat kembali normal,” katanya.
Joko menyatakan, proyek itu adalah pengembangan sistem air minum di zona 2 dengan pengerjaan pipa sambungan berskala besar yang dapat mencakup pelanggan yang ada di empat kecamatan yaitu Karawaci, Priuk, Cibodas dan Jatiuwung.
“Pipa ini nantinya akan terkoneksi dengan pipa eksisting Perumdam TKR yang akan diserahkan nanti. Sehingga 51.000 pelanggan ini akan terlayani,” katanya.
“Baik pipa pipa percabangan yang masih belum terlayani pun akan kita pasang semua jaringan. Sehingga semua pelanggan yang ada di zona 2 tercakup dengan maksimal dalam satu pipa besar yang kita pasang saat ini,” pungkasnya. (hisyam)







