BANTENPenaMerdeka – Ratusan Kepala SMA/SMK/SKh Negeri mendapat pengarahan langsung dari Pj Gubernur Banten, A Damenta perihal program pemerintah pusat dan visi misi gubernur dan wakil gubernur terpilih periode 2024-2029.

Pengarahan yang berlangsung kepada Kepsek yang tersebar di kota kabupaten di Banten itu berlangsung di Pendopo Gubernur, KP3B, Jumat, (27/12/2024) kemarin.

Pj Gubernur menekankan agar para Kepsek mampu berkordinasi dengan stakeholder guna mensukseskan berbagai program pemerintah. Dan dia menyebut salah satunya seperti harus menyukseskan program penting Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pemprov Banten, lanjutnya sedang konsen mempersiapkan pelaksanaan program MBG karena merupakan program pemerintah pusat. “Program makan bergizi gratis program Preiden dan Wakil Presiden agar anak didik mempunyai gizi yang baik,” ucapnya.

Pj Gubernur menambahkan, terkait dengan menunjang program pendidikan, nantinya semua pihak dan Kepala SMA/SMK/SKh dapat juga menjadi penyumbang kesuksesan program gubernur dan wakil gubernur terpilih Andra Soni dan Dimyati Natakusumah.

“Pemprov juga sedang menyiapkan penyelenggaraan pendidikan gratis di sekolah swasta Banten. Ini merupakan visi Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih,” ucapnya menegaskan.

Ratusan kepala sekolah itu sengaja dikumpulkan untuk diberikan arahan dan pembinaan. Pada kesempatan itu, Damenta mengingatkan kepala sekolah untuk mempunyai berbagai inovasi dalam pengajaran di sekolah agar tidak monoton.

“Sehingga dengan begitu (berjalan maksimal) akan lahir generasi-generasi yang unggul, cerdas, dan siap berkompetisi di kancah dunia internasional seperti yang diharapkan Bapak Presiden Prabowo Subianto,” ujarnya.

“Kita mendukung seluruh kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh sekolah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten Tabrani menambahkan, silaturahmi ini dihadiri oleh 161 Kepala SMAN, 96 SMKN, dan 10 SKhN.

“Dari total 267 sekolah itu, tersebar di seluruh daerah dengan jumlah yang bervariasi setiap daerahnya,” tutur Tabrani.

Pada kesempatan itu ia juga menjelaskan dari 96 SMKN, sudah banyak yang telah ditetapkan sebagai SMK pusat keunggulan oleh Kementerian Pendidikan. Sedangkan kurikulum yang digunakan adalah Kurikulum Merdeka.

“Provinsi Banten menjadi salah satu daerah yang sudah paripurna melaksanakan Kurikulum Merdeka,” pungkas Tabrani. (dra)

Loading...