KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), yakni marketplace Plaza Banten diklaim andil menjadi ‘pendongkrak’ ditengah gencarnya pemerintah pusat soal pertumbuhan ekonomi.

Presiden Prabowo Subianto juga sempat menyampaikan keyakinannya Indonesia mampu mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen dengan berbagai kebijakan strategis.

Hal tersebut tidak lain untuk menjaga stabilitas ekonomi dan meningkatkan daya beli masyarakat guna mendorong pertumbuhan ekonomi lokal hingga nasional terus bertumbuh.

Kepala Divisi Riset dan Teknologi Informasi Plaza Banten, Endang Saputra menyebutkan, masuknya produk lokal dalam E-Katalog di Plaza Banten maka setiap barang daerah bisa ditawarkan untuk pangsa pasar dimanapun, baik tingkat lokal maupun nasional.

“Plaza Banten yang dikelola PT Agrobisnis Banten Mandiri sebagai BUMD Pemprov Banten ini memang fokus dalam capaian peningkatan ekonomi daerah, dimana masyarakat mendapatkan nilai tambah secara masif,” ucap Endang saat ditemui di kantor ABM Mart, Kota Tangerang, Jum’at (11/7/2025).

Endang menegaskan, lantaran dari luasnya produk yang dipasarkan utamanya meningkatkan pertumbuhan ekonomi Banten, pada akhirnya akan berkontribusi kepada ekonomi nasional.

“Melalui Plaza Banten, ini jadi jembatan pelaku UMKM dan perorangan khususnya di Provinsi Banten untuk mengembangkan usaha mereka dengan memasarkan produk secara daring dan toko offline ABM Mart untuk dan dari warga Banten,” katanya.

UMKM CUAN BERDAYAKAN WARGA SEKITAR

Endang menjelaskan, pihaknya juga gencar mengenalkan lebih luas marketplace Plaza Banten sebagai mitra toko daring Lembaga Kebijakan barang/jasa Pemerintah (LKPP) serta toko ofline ABM Mart pada masyarakat.

“Karena kita menghadirkan harga terjangkau sebagai gerak nyata mengendalikan inflasi adalah bagian dari program BUMD Pemprov Banten PT Agrobisnis Banten Mandiri,” ucapnya.

“Bukan karena itu juga, para mitra UMKM yang tergabung di Plaza Banten dalam membuat produknya masing-masing dari hasil membeli bahan di usaha-usaha lokal Banten sendiri dan memberdayakan masyarakat sekitar untuk bekerja,” sambungnya.

Endang mengatakan, Plaza Banten melalui Bela Pengadaan juga membuka 14 komoditas yang ditransaksikan sesuai Keputusan Deputi Bidang Monitoring-Evaluasi dan Pengembangan Sistem Informasi Nomor 19 Tahun 2022.

Diantaranya transaksi pengadaan adalah, alat tulis kantor, jasa transportasi, akomodasi, souvenir, makanan dan minuman, alat kesehatan (hanya Kementrian Kesehatan).

“Ada juga furniture, kurir, peralatan elektronik, perkakas, fashion, jasa kreatif, kebutuhan kantor, sewa peralatan, ruangan, instalasi, serta service,” katanya.

Karena kata Endang, Plaza Banten sudah ditetapkan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) sebagai mitra toko daring sehingga sejak April 2022 sudah mulai ada transaksi.

Endang menambahkan, ada manfaat yang signifikan ketika kedepan proses geliat UMKM mampu berjalan mulus maka secara ekonomi akan menekan angka inflasi di Banten.

“Salah satunya menekan inflasi karena masyarakat akan membeli produk UMKM. Ini juga menjadi upaya Pemprov Banten menjaga stabilitas ekonomi dan meningkatkan daya beli masyarakat guna mendorong pertumbuhan ekonomi melalui Plaza Banten,” paparnya.

Endang menambahkan, saat ini Plaza Banten berdasarkan akumulasi penjualan yang tercatat di LKPP berhasil nangkring pada posisi 7 besar dari 52 marketplace mitra toko daring di Indonesia dengan valuasi (penilaian) Rp113.349.456.148.

“Artinya, Plaza Banten bisa terus berkembang menjadi perusahaan teknologi Informasi milik Pemerintah Provinsi Banten, tentu ini membutuhkan komunikasi dengan banyak pihak, dan dukungan pemerintah,” pungkasnya.

CATAT TREN POSITIF LONJAKAN TRANSAKSI

Endang Saputra mengatakan, sederet upaya menjadi wadah dan pemberdayaan yang telah dilakukan mendorong adanya tren positif penjualan pelaku Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) hingga kuartal II.

“Karena kenaikan ini didorong oleh faktor-faktor seperti peningkatan kepercayaan konsumen, adopsi teknologi yang lebih luas, dan kondisi ekonomi membaik yang berpengaruh pada pasar digital saat ini melalui marketplace kami,” ucapnya.

Endang mencatat, pada kuartal I ada lonjakan signifikan transaksi penjualan UMKM lokal melalui marketplace itu dari Rp150 juta lebih hingga Rp2,9 miliar lebih, sedangkan kuartal II dari Rp2,7 miliar mencapai Rp7,9 miliar lebih.

“Jadi pada bulan Januari 2025 Rp150 juta, Februari Rp1 miliar, Maret Rp2,9 miliar, April Rp2,7 miliar, Mei Rp3,7 miliar, dan pada bulan Juni Rp7,9 miliar lebih transaksi dari pelaku UMKM di Banten,” jelasnya.

“Secara umum, tren positif kenaikan transaksi ini menunjukkan adanya pemulihan ekonomi di Banten, dan perubahan perilaku konsumen yang mengarah pada aktivitas ekonomi yang lebih dinamis dan positif,” sambungnya. (Hisyam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *