KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang, KH. Baijuri Khotib merespon soal tunjangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang yang menjadi sorotan publik.
Ia pun mengapresiasi langkah Wali Kota Tangerang Sachrudin yang bakal mengevaluasi Peraturan Wali Kota (Perwal) terkait tunjangan para wakil rakyat dinilai pas ditengah kondisi ekonomi yang menantang.
Dimana, evaluasi itu terkait Perwal Nomor 14 Tahun 2025 tentang Perubahan Ketiga atas Perwal Nomor 89 tahun 2023 tentang Pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2026 tentang Hak Keuangan dan Administratif DPRD Kota Tangerang.
“Wajar jika kepala daerah dan DPRD mengkaji ulang kebijakan tunjangan, mengingat kondisi ekonomi masyarakat yang sedang tidak baik-baik saja,” ujarnya, Senin (8/9/2025).
“Para pejabat, khususnya wakil rakyat, harus bisa menyesuaikan diri dengan kondisi rakyatnya dan menunjukkan empati,” sambungnya saat dihubungi melalui sambungan telepon.
Untuk itu, ia mengimbau agar seluruh masyarakat dan juga mahasiswa untuk bisa menjaga kondusifitas kota Tangerang, mengingat pihak legeslatif dan eksekutif kota Tangerang sudah sangat akomodatif.
“Demo atau penyampaian aspirasi boleh saja dilakukan, tapi dengan cara elegan, aspiratif, dan tidak anarkis. Yang terpenting kita semua jaga kota bersama-sama, jaga empati, dan jangan sampai merusak persatuan,” tegasnya.
SOLUSI BUTUH NIAT BAIK SELURUH PIHAK

Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT), Dr. Desri Arwen, mengingatkan proses pencarian solusi membutuhkan niat baik dari semua pihak.
“Semua pihak harus menunjukkan niat baik. Wali Kota, DPRD, dan seluruh pemangku kepentingan sedang bekerja sesuai tugas dan fungsi masing-masing untuk mencari solusi terbaik. Kita harus bersabar, mengawasi secara profesional, dan mengedepankan kejujuran serta transparansi agar tidak terjadi kesalahpahaman,” ungkap Desri Arwen.
Ia menambahkan bahwa dunia akademis akan terus mendukung langkah nyata pemerintah dalam menyelesaikan persoalan.
“Hal baik akan tercapai dengan proses yang baik. Mari kita saling mengingatkan dalam kebenaran dan bersama-sama mencari solusi. Butuh kesabaran untuk menciptakan suasana yang kondusif,” ungkapnya.
Terakhir, Rektor UMT juga mengimbau agar tetap menjaga kondusifitas Kota Tangernag. “Sebagai kota metropolitan, alhamdulillah tingkat kedamaiannya bagus dan selalu Kondusif, mari kita rawat bersama siapa lagi kalau bukan kita dan kapan lagi kalau buka sekarang,” pungkasnya. (Hisyam)







