JAKARTA,PenaMerdeka – Bursa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bakal menguat pada perdagangan Senin (10/11/2025) hari ini.
Founder WH-Project, William Hartanto mengatakan IHSG kembali menorehkan rekor tertinggi sepanjang sejarah (all time high/ATH) baru tanpa tanda-tanda gelembung (bubble).
Ia mengatakan, penguatan indeks kali ini bersumber dari pergerakan lebih merata, tidak lagi didominasi saham-saham konglomerat.
William melihat saham perbankan turut menjadi motor kenaikan yang didukung aksi beli investor asing yang menjaga momentum positif.
Saat ini, IHSG menghadapi level 8.400 sebagai resistance psikologis.
“Kenaikan IHSG mencerminkan pasar yang sehat dan lebih seimbang, dengan dorongan tidak hanya dari saham besar,” ujar William dalam riset hariannya.
Dengan sentimen itu, William memproyeksikan IHSG bergerak di rentang support 8.300 dan resistance 8.400 hari ini.
Ia pun merekomendasikan sejumlah saham, yakni WIFI, SMGR, HRUM, dan MNCN.
Sementara itu, Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova mengatakan indeks saham menutup perdagangan pada pekan lalu dengan membentuk Candle Bullish Marubozu.
Hal tersebut menandakan reli pasar masih berlanjut setelah berhasil menembus level 8.362 yang sebelumnya menjadi area resistensi Fibonacci.
Dalam jangka pendek, tren penguatan masih terjaga karena indeks belum bergerak turun di bawah level 8.318.
“Selama IHSG bertahan di atas 8.318, peluang melanjutkan tren bullish masih terbuka lebar,” ujar Ivan dalam riset hariannya.
Dia pun memprediksi IHSG bergerak di level support 8.255, 8.163, 8.061, dan 7.986 dan resistance 8.486, 8.595, dan 8.703 hari ini.
Ivan pun merekomendasikan sejumlah saham, yakni ADRO, ASII, BMRI, GOTO, dan INKP.
IHSG ditutup di level 8.394 pada Jumat (7/11) sore. Indeks saham menguat 57,53 poin atau naik 0,69 persen dari perdagangan sebelumnya.
Mengutip RTI Infokom, investor melakukan transaksi sebesar Rp15,54 triliun dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 26,06 miliar saham.
Pada penutupan pekan lalu, sebanyak 288 saham menguat, 319 terkoreksi, dan 202 berada di rentan stagnan. (Gie)







