JAKARTA,PenaMerdeka – Indonesia resmi bergabung dengan Koalisi Global Pengembangan Pasar Karbon (The Coalition to Grow Carbon Markets/CGCM), yang mana langkah ini merupakan upaya Indonesia mendorong pembiayaan iklim internasional berbasis alam.
Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni menyampaikan itu dalam diskusi meja bundar bertajuk Advancing Indonesia-UK Collaboration on High-Integrity Carbon Markets di kantor pusat Standard Chartered, London, Inggris.
Kegiatan itu berlangsung usai pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, dalam rangka peluncuran Kemitraan Strategis Indonesia-Inggris (UK-Indonesia Strategic Partnership).
“Hari ini Kementerian Kehutanan Republik Indonesia bergabung dengan The Coalition to Grow Carbon Markets, mewakili sektor kehutanan Indonesia,” ujarnya dalam keterangan dikutip, Kamis (22/1/2026).
Adapun The Coalition to Grow Carbon Markets bertujuan mempercepat penurunan emisi global dengan memperkuat insentif bagi dunia usaha berinvestasi dalam kredit karbon berintegritas tinggi yang mendukung solusi berbasis alam.
Sebab Raja Juli mengatakan, bahwa Indonesia memiliki hutan hujan tropis terbesar ketiga di dunia, dan bukan hanya itu, Indonesia juga memiliki ekosistem mangrove yang luas.
“Indonesia memiliki modal alam yang signifikan dan pengalaman nyata dalam solusi berbasis alam, yang dapat memberikan kontribusi penting bagi upaya global dalam mencapai target iklim,” ujarnya.
Dia memastikan bahwa Indonesia akan bekerja bersama dengan negara-negara lain. Tujuannya yakni untuk meningkatkan permintaan terhadap kredit karbon.
“Sebagai anggota Koalisi, yang mewakili sektor kehutanan, Indonesia akan bekerja bersama negara-negara yang memiliki visi serupa untuk meningkatkan permintaan terhadap kredit karbon berintegritas tinggi dari sektor kehutanan dan solusi berbasis alam, guna mendukung pertumbuhan hijau, tidak hanya bagi Indonesia, tetapi juga bagi dunia,” lanjutnya.
Kementerian Kehutanan RI bergabung bersama sepuluh pemerintah anggota Koalisi lainnya yang berkomitmen memajukan aksi iklim melalui peningkatan pemanfaatan kredit karbon berintegritas tinggi oleh dunia usaha.
Negara tersebut adalah Kanada, Prancis, Panama, Peru, Swiss, Selandia Baru, dan Zambia, serta para Ketua Bersama Koalisi Kenya, Singapura, dan Inggris.
Sementara itu, Perwakilan Khusus Inggris untuk Iklim, Rachel Kyte menyambut baik keanggotaan Indonesia. Sebab katanya dapat memainkan peran penting mewujudkan kemajuan iklim negara.
“Saya menyambut baik bergabungnya Indonesia dalam The Coalition to Grow Carbon Markets-sebuah inisiatif yang dengan bangga dipelopori oleh Kenya, Singapura, dan Inggris. Pasar karbon dapat memainkan peran penting dalam mewujudkan kemajuan menuju target iklim negara,” ungkapnya.







