KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Trantib Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, Banten segera memanggil para pengelola lapak pembuangan sampah liar yang ditampung pada lahan diduga berstatus tak jelas.

Hal tersebut setalah dilakukan peninjauan kembali lapak yang berlokasi di belakang Pasar Lembang, Jalan Raden Patah, Kelurahan Sudimara Selatan itu pada Rabu (28/1/2026).

“Ini merupakan hasil tindak lanjut dari pemantauan sebelumnya, kami akan memanggil ada beberapa pengelola lapak disitu,” ucap Kepala Seksi Trantib Kecamatan Ciledug, Agung Wibowo ditemui dilokasi.

“Pemanggilan ini selain klarifikasi, sekaligus pendataan karena banyaknya pengepul limbah yang dikhawatirkan akan rawanya terjadi kebakaran di area sekitar,” lanjutnya.

Sebab Agung menilai, apabila masih adanya aktivitas pembuangan dan pembakaran sampah secara liar, bakal berdampak ke permukiman sekitar serta pencemaran udara jangka panjang.

Untuk itu Agung berkomitmen, pihaknya terus melakukan pengawasan intensif agar lokasi tersebut benar-benar bersih dari aktivitas pembuangan dan pembakaran sampah pada lokasi itu.

“Tentu, kami akan terus memantau dan berharap masyarakat turut berperan aktif memberikan informasi apabila ditemukan pelanggaran yang mengganggu ketertiban dan kenyamanan di lingkungan sekitar,” tukasnya.

Sebelumnya diberitakan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama jajaran Trantib Kecamatan Ciledug meninjau lapak pembuangan sampah liar yang ditampung pada lahan diduga berstatus tidak jelas, Kamis (22/1/2026) kemarin.

Kegiatan tersebut merespon adanya aduan masyarakat atas aktivitas pembuangan dan pembakaran sampah yang kerap mencemari udara di lingkungan sekitar.

Kepala Bidang Penaatan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Kota Tangerang, Dheny Kuntjoro menyebutkan, saat pemantauan ditemukan aktivitas pembakaran sampah yang mengganggu kenyamanan warga.

Petugas pun langsung meminta pengelola lapangan untuk menghentikan pembakaran tersebut.

“Kami lihat di masih banyak sampah yang dibakar, dan sudah kami sampaikan hari ini minta aktivitas itu dihentikan, dan mudah-mudahan ke depannya enggak ada lagi,” tegasnya.

Penulis: HisyamEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *