KOTA TANGERANG,PenaMerdeka –
Sebanyak 17 penerbangan dengan rute menuju ke Timur Tengah di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Kota Tangerang, Banten, terpaksa dibatalkan.
Pembatalan tersebut imbas meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang menyebabkan penutupan sementara wilayah udara sejumlah negara.
Pejabat Sementara (Pjs) Asisten Deputi Communication and Legal Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Aziz Fahmi Harahap, melaporkan masih ada pergerakan penerbangan.
Hingga Minggu sore 1 Maret 2026, tercatat satu penerbangan keberangkatan dan tiga penerbangan kedatangan tetap beroperasi.
“Tercatat satu penerbangan telah berangkat, yakni Saudia Airlines SV827 menuju Jeddah. Serta tiga penerbangan telah mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, yakni Lion Air JT115 dari Jeddah, Saudia Airlines SV816 dari Jeddah, dan Garuda Indonesia GA969 dari Madinah,” ujarnya, Minggu (1/3/2026) kemarin.
Fahmi menjelaskan, berdasarkan data izin rute yang diterbitkan otoritas terkait, sebenarnya terdapat 39 penerbangan rute Timur Tengah yang terjadwal pada hari ini.
Jumlah tersebut terdiri dari 20 penerbangan kedatangan dan 19 penerbangan keberangkatan, dengan rincian 38 penerbangan reguler dan satu penerbangan charter.
“Rincian rute meliputi Abu Dhabi sebanyak tiga penerbangan, Doha delapan penerbangan, Dubai empat penerbangan, Istanbul dua penerbangan, Jeddah 17 penerbangan, serta Madinah tiga penerbangan,” katanya.
Fahmi menjelaskan, secara umum operasional Bandara Soetta tetap berjalan aman, tertib, dan kondusif, namun penyesuaian jadwal yang terjadi merupakan tindak lanjut atas dinamika situasi operasional di rute Timur Tengah.
“Penyesuaian jadwal yang terjadi merupakan tindak lanjut atas perkembangan situasi operasional pada rute Timur Tengah,” kata Fahmi.
Penanganan terhadap penumpang terdampak pembatalan pun dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.
Otoritas bandara berkoordinasi intensif dengan sejumlah instansi terkait, khususnya maskapai penerbangan untuk pembaruan jadwal dan penanganan calon penumpang yang telah berada di bandara.
Koordinasi juga dilakukan dengan AirNav Indonesia untuk memantau kondisi ruang udara yang terdampak, serta dengan aparat keamanan guna mengantisipasi dan memastikan situasi di bandara tetap kondusif.







