JAKARTA,PenaMerdeka – Polisi terus mendalami penyebab kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat antara KA jarak jauh Bromo Anggrek dan KRL guna memperkuat proses pembuktian dalam perkara tersebut.
“Pemeriksaan saksi akan terus dilakukan, termasuk pemanggilan saksi ahli dari laboratorium forensik,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto dalam keterangannya, Selasa (5/5/2026).
Tak hanya itu, sejumlah pihak juga masuk dalam agenda pemeriksaan berikutnya. Termasuk, petugas pengawas serta jajaran terkait dari sektor perkeretaapian.
Penyidik juga melakukan sejumlah langkah lanjutan lain guna mengungkap secara menyeluruh penyebab kecelakaan.
Mulai dari klarifikasi tambahan terhadap saksi, koordinasi dengan instansi terkait. Serta, pengajuan penyitaan barang bukti dan pembuatan sketsa tempat kejadian perkara.
Selain itu, hasil visum korban dari rumah sakit juga akan dianalisis sebagai bagian dari proses penyidikan.
“Langkah-langkah ini dilakukan untuk memperjelas kronologi dan mengungkap penyebab kecelakaan secara komprehensif,” ujarnya.
Penyidikan kasus kecelakaan kereta api (KA) Argo Bromo Anggrek dan KRL Bekasi Timur terus berjalan. Hingga kini, polisi telah memeriksa sebanyak 36 saksi untuk mengungkap penyebab insiden tersebut.
“Sampai saat ini, penyidik telah meminta keterangan dari 36 orang saksi,” katanya.
Budi menjelaskan, saksi yang diperiksa mencakup pelapor, saksi dalam laporan polisi, korban, hingga warga di sekitar lokasi kejadian.
Selain itu, penyidik memeriksa pihak yang terlibat langsung dalam peristiwa, termasuk pengemudi taksi Green SM beserta pengelola.
Sejumlah petugas perkeretaapian juga turut dimintai keterangan, mulai dari masinis, petugas sinyal, hingga pengatur perjalanan kereta api.







