JAKARTA,PenaMerdeka – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengungkap perkembangan pelaksanaan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk menekan polusi udara dan memicu hujan belum dapat direalisasikan lantaran tidak adanya potensi awan hujan.
Pramono menegaskan pihaknya telah menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta untuk terus berkoordinasi intensif dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Langkah tersebut guna mengeksekusi penyemaian garam saat pertumbuhan awan kembali terdeteksi.
“Tetapi saya sudah memerintahkan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah untuk bekerja sama dengan BMKG, kalau kemudian awannya ada untuk segera dilakukan modifikasi cuaca,” ucapnya.
Pramono memproyeksikan fenomena El Niño atau musim kemarau panjang bakal berlangsung hingga September 2026. Menyikapi kondisi itu, ia mengimbau masyarakat aktif menekan emisi gas buang dengan beralih ke moda transportasi publik.
“El Nino ini ataupun kemarau ini diperkirakan sampai dengan bulan September. Kita semua harus menjaga dan saya meminta kepada masyarakat sedapat mungkin menggunakan transportasi umum,” katanya.
Pramono menambahkan, fasilitas transportasi umum di Jakarta saat ini sudah semakin memadai dan dapat dimanfaatkan secara gratis bagi 15 golongan warga.
Langkah tersebut diharapkan efektif mengurangi polusi udara, terlebih dengan target pembenahan armada yang ramah lingkungan.
“Sehingga kami berharap itu akan juga mengurangi polusi yang ada. Karena hampir semua transportasi umum yang terutama untuk TransJakarta pelan-pelan akan kami rubah menjadi mobil listrik semuanya nanti pada tahun 2029,” imbuhnya.






