Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Tangsel mengevaluasi proyek bus Trans Anggrek. Ini menyusul sepi penumpang yang menggunakan moda transportasi milik pemkot tersebut.

Kepala Dishubkominfo Kota Tangsel Sukanta mengatakan, setiap bulan pihaknya selalu evaluasi bus trans anggrek. Termasuk pengembangannya karena bus ini menjadi salah satu alternatif moda transportasi yang nyaman dan aman.

“Pastinya kita evaluasi terus. Apalagi bus ini sudah berjalan cukup lama. Harus ada input dan output juga. Jangan sampai bus berjalan namun tidak ada efek yang signifikan,” katanya, saat ditemui di Serpong, Kamis (21/9) kemarin.

Menurutnya evaluasi juga sebagai arah agar moda transportasi serupa juga bisa dikembangkan. Termasuk kemungkinan penambahan halte. Saat ini koridor trans anggrek melalui jalur Pondok Cabe – Rawa Buntu.

“Rencananya ada penambahan jalur,” ujar mantan Kasatpol PP itu.
Kabid Angkutan pada Dishubkominfo Kota Tangsel Wijayakusuma mengaku masyarakat masih banyak yang tidak tahu soal Trans Anggrek. Maka itu penting untuk sosialisasi agar bus ini bisa dimanfaatkan maksimal.

“Masyarakat masih banyak yang belum menggunakan bus Trans Anggrek. Mungkin mereka belum tahu,” ujarnya.

Selain sosialisasi yang terus menerus, kata dia kampanye menaiki angkutan umum harus terus digalakkan. Soalnya dengan menggunakan bus juga bisa meminimalisasi angka kemacetan.

Ia pun menargetkan tahun depan, masyarakat yang naik angkutan Trans Anggrek akan bertambah. Apalagi bakal ada pembukaan jalur baru dari empat koridor menjadi delapan koridor.

Soal penambahan angkutan, belum mau kasih bocoran. Yang pasti lima angkutan masih bisa digunakan. Namun bisa juga ditambah bila dirasa mendesak.
“Tergantung jumlah penumpang. Kalau meningkat, mungkin akan kita tambah. Rasanya belum kalau melihat penumpang. Fokus sosialisasi,” ujarnya.

Untuk diketahui, sejak April 2015 bus Trans Anggrek dioperasikan. Trans Anggrek ini melintasi Terminal Pondok Cabe – Jalan Agus Salim – Jalan RE Martadinata – Jalan Pajajaran – Jalan Siliwangi – Kampus ITI – Jalan Puspiptek – Jalan Taman Tekno – Jalan Buaran Rawa Buntu dan Terminal Intermoda Rawa Buntu (kereta api). (deden)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *