Indonesia Anggap Issu Brexit Lebih Berpengaruh Ekonomi Ketimbang Donald Trump

Jakarta, PenaMerdeka – Pemerintah Indonesia terus mengkalkulasi kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) terpilih Donald Trump. Meskipun diakui bahwa kebijakan Inggris ketika keluar dari uni eropa lebih mengkhawatirkan terhadap perekonomian ketimbang kepemimpinan terbaru Donald Trump.

Seperti diketahui bahwa issu Brexit adalah ketika Negara Inggris keluar dari Uni Eropa. Banyak pengamat ekonomi dunia bahwa kondisi saat itu adalah keputusan berani dari pemerintah inggris untuk menggelar referendum Brexit.

Kata Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo, menurutnya diumumkannya Trump sebagai presiden terpilih tak terlalu memberikan dampak sebesar diumumkannya Inggris keluar dari Eropa.

“Kita sudah mengamati, ketika hasil pemilu AS keluar kemudian disampaikan statemen presiden terpilih, itu dampak pada dunianya tidak sebesar ketika Brexit diumumkan. Di mana Inggris keluar Euro Zone Itu betul-betul dampak lebih luas, sementara di AS tidak,” kata Agus saat menggelar konferensi pers di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Jakarta, Jumat (11/11).

Namun demikian menurut Agus melanjutkan salah satu yang menjadi perhatian BI ialah kondisi fiskal AS. Pasalnya, Trump mengumumkan akan memangkas pajak cukup tajam untuk korporasi serta individu. Namun, di sisi lain Trump juga akan menggenjot pengeluaran salah satunya untuk infrastruktur.

“Jadi yang terjadi adalah defisit yang semakin besar di AS,” katanya menjelaskan.
Hal lain yang menjadi sorotan ialah rencana Trump menjadikan AS lebih protektif. Terlebih, Trump akan mengkaji kelanjutan beberapa perjanjian kerjasama internasional.

Bagi Indonesia, lanjut Agus, kebijakan yang bakal diambil itu akan berdampak pada ekspor Indonesia. Apalagi, AS salah satu tujuan terbesar ekspor Indonesia.
“Kebijakan yang lebih protektif bisa berdampak ke Indonesia, karena Indonesia ekspor ke AS termasuk 3 negara besar utama ekspor. Indonesia ekspor ke Amerika 11 persen,” jelas Agus.

Sementara Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani sebelumnya mengaku bahwa pemerintah akan terus memantau kebijakan ekonomi yang diambil Presiden Amerika Serikat (AS) terpilih Donald Trump.

Hal pertama yang akan menjadi perhatian tutur Menkeu bahwa pandangan Trump soal kebijakan perdagangan internasional. Sebab suka atau tidak suka, AS merupakan pasar terbesar dunia sehingga kebijakan perdagangan terkait Trans Pacific Partnership (TPP) serta perdagangan dan investasi dengan Meksiko dan China akan berpengaruh ke seluruh dunia.

Untuk diketahui, China dan Meksiko merupakan negara eksportir terbesar ke AS.
“Kalau AS dengan Meksiko tidak terlalu pengaruh buat kita, tapi hubungan AS dengan China tentu akan mempengaruhi seluruh dunia. Kalau China terpengaruh, maka dampaknya ke kita karena Indonesia lebih terekspos dengan Asia,” jelas Sri Mulyani.

Kedua, tambah Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu, Indonesia akan terus mengamati hubungan antara Trump dengan Bank Sentral AS (The Federal Reserves). Setiap kebijakan dari The Fed tidak hanya akan berdampak ke AS, tapi juga seluruh dunia.

“Jadi bagaimana hubungan ini mempengaruhi rencana dari The Fed untuk melakukan kebijakan moneter yang selama ini dikomunikasikan. Tentu ini akan jadi sentimen. Jadi dilihat beberapa aspek yang mempengaruhi secara langsung atau tidak langsung dan mempengaruhi kondisi pasar dunia,” terangnya. (imam/dbs)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Tuliskan pesan anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan. Penamerdeka.com tidak bertanggung jawab dengan isi komentar, tulisan komentar sepenuhnya tanggung jawab komentator sesuai aturan UU ITE