Dua perusahaan PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia (GMF) telah menyepakati Kerjasama Operasi (Joint Operation) dengan PT Merpati Maintenance Facility (MMF). Kerjasama tersebut mempunyai tujuan agar bisnis pasar perawatan pesawat Indonesia Timur berjalan maksimal.
Perjanjian Kerjasama Operasi ini, ditandatangani oleh Direktur Utama GMF Juliandra Nurtjahjo serta Direktur Utama MMF Suharto di Hangar PT Merpati Maintenance Facility (MMF) Surabaya, Jawa Timur Jumat (12/11) kemarin.
Namun demikian bahwa seperti diketahui sebelumnya pada September 2016 lalu GMF dan MMF telah melakukan penandatangan nota kesepahaman (MoU-red) yang dilakukan antara Dirut GMF Juliandra Nurtjahjo dan Dirut MMF Suharto, yang disaksikan Dirut Merpati Capt.
Penandatanganan Kerjasama Operasi ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman yang telah disepakati antara GMF dan MMF dalam mewujudkan sinergi perusahaan MRO di Indonesia
Kerjasama Operasi GMF-MMF ini ditargetkan akan memasuki pasar perawatan pesawat di Indonesia bagian Timur dengan berbekal kapasitas dan kapabilitas dari kedua belah pihak.
GMF dan MMF memiliki kelebihan masing-masing untuk type perawatan pesawat di mana GMF memiliki kapasitas yang cukup besar untuk melakukan perawatan jenis turbo jet, sedangkan MMF memiliki fasilitas dan kapasitas untuk melakukan perawatan pesawat bermesin turbo propeller.
Diawali dari lokasi hangar MMF di Surabaya ini, operasionalisasi Kerjasama Operasi yang akan dimulai di awal Januari 2017 ini akan dikembangkan di beberapa lokasi lain di wilayah timur Indonesia salah satunya Biak.
Juliandra Nurtjahjo Direktur Utama GMF mengatakan, Kerjasama ini merupakan salah satu strategi yang dilakukan oleh GMF dalam rangka meraih visi di tahun 2020 sebagai Top 10 MRO in the world.
“Kami membutuhkan strategic partnership dengan pihak lain yang handal dan mumpuni di bidangnya, untuk mendukung program perusahaan,” kata Juliandra
Menurutnya, kerjasama ini nantinya meliputi pekerjaan general aviation yaitu maintenance, repair, and overhaul untuk airframe, engine dan komponen pesawat berjenis Cessna 172/152; Twin Otter; Casa 212; Cessna Caravan 208/206 dan tidak menutup kemungkinan jenis kapabilitas pesawat lainnya sesuai dengan perkembangan bisnis kedepannya.
“Tentu saja kita sama-sama berharap bahwa setiap pekerjaan yang kita lakukan nantinya di dalam Kerjasama Operasi ini harus didasari komitmen bersama untuk menjaga aspek Quality, Cost, Delivery, and Service ,” tambahnya
Juliandra juga menjelaskan, bahwa Kerjasama Operasi ini menjadi langkah strategis GMF dalam mengembangkan industri perawatan pesawat di Indonesia. Kata Juliandra, saat ini pasar perawatan pesawat nasional baru mampu diserap 30-40% oleh MRO domestic, domestic di mana sisanya masih diambil oleh MRO asing.
“Dengan berbekal pengalaman dan kemampuan yang kita miliki bersama, kita harus yakin bahwa dengan adanya Kerjasama Operasi ini kita mampu mengambil pasar perawatan pesawat domestic lebih besar lagi.” jelasnya
“Kami bersyukur bisa berpartner dengan MMF yang sudah memiliki pengalaman mumpuni dalam industry perawatan pesawat terbang, didukung oleh induk perusahaannya Merpati yang juga merupakan pemain lama dalam dunia aviasi.” tandasnya
Sementara itu, Suharto Direktur Utama MMF mengatakan, bahwa pihaknya juga sangat antusias dengan disahkannya Kerjasama Operasi ini.
“Kami optimis Kerjasama Operasi dengan GMF ini bisa meningkatkan kinerja kami secara signifikan baik kedepannya,” pungkasnya. (herman/dbs)







