Isu Dinasti, Golkar Banten : Tidak Relevan dalam Sistem Pilkada Langsung

0 59

BANTEN, PenaMerdeka-Isu dinasti dinilai tidak tepat atau tidak relevan jika dilempar ke publik pada proses demokrasi di Indonesia terlebih untuk pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten. Pasalnya, Pilkada berproses dengan sistem demokrasi yang dipilih rakyat secara langsung.

“Jadi, dinasti politik bukanlah sistem. Sebab Indonesia bukanlah negara dengan sistem pemerintahan monarki yang memilih pemimpin berdasarkan garis keturunan, yang pelimpahan kekuasaan dan kewenanganya melalui penunjukan dari keturunan orangtua secara langsung,” kata Bahrul Ulum, Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi Banten kepada wartawan, Rabu (4/1).

Dalam keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) kata Bahrul tidak ada nomenklatur yang melarang garis keluarga untuk ikut dalam pemilihan kepala daerah. Jika ada orang yang mempersoalkan isu dinasti maka bentuk pencederaan proses demokrasi.

“Jika ada orang yang melempar berita dinasti dan melakukan larangan untuk dipilih, maka itu merupakan kejahatan demokrasi di Negara kita. Bahkan jika ada oknum akademisi atau pihak lain yang melemparkan isu ini, maka yang bersangkutan sudah tidak punya nalar berdemokrasi yang baik,” ujarnya.

Calon Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy mengatakan, isu dinasti dan korupsi tentu menjadi berita yang dibuat oleh lawan politik dalam persaingan Pilkada Banten 2017. Menurutnya, sudut pandang masyarakat tentang dinasti hanya sebuah persepsi.

“Kita bisa lihat fakta dan realitasnya, seperti di Tangsel, Ibu Airin itu, tahun 2016 tata kelola keuangan daerahnya sangat baik, Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Di daerah lain misalnya di Kabupaten Serang, juga wajar tanpa pengecualian. Itu mungkin salah satu bukti nyata jika kabar dinasti dialamatkan kepada kami, kami bekerja dengan baik,” kata Andika, Rabu (4/1/2017).

Yang terpenting kata Andika, pencalonannya di Pilkada Banten 2017 bersama Wahidin Halim adalah mengabdi untuk masyarakat Banten.

“Bagaimana saya ditempa sekarang, saya betul-betul sudah mengalami proses yang sangat luar biasa. Semua ini menjadi bahan bagi saya, yang secara langsung mengikis isu dinasti, bisa memberikan kontribusi yang positif untuk Banten,” tutur Andika. Terkait dengan masalah korupsi, Andika menegaskan komitmennya untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih (clean dan good governance).

“Jelas, kami berdua (Wahidin Halim-Andika Hazrumy) dalam Pilkada Banten berkomitmen untuk menata dan mengelola pemerintahan yang baik, termasuk tata kelola keuangan daerah. Kami ingin memilki pemerintahan ke depan yang bisa diakses oleh publik. Dengan konsep transparansi anggaran, pemerintahan ke depan harus bisa dipercaya masyarakat, juga akuntabel,” terangnya.

Bahkan, lanjutnya, pasangan Wahidin Halim-Andika Hazrumy sudah menyiapkan program e-budgeting dan e-planning. Saatnya nanti akan kita tepis soal isu dinasti dengan program kerja yang langsung menyentuh ke masyarakat. Andika menegaskan ingin pemerintahan banten bersama Wahidin Halim mendapat partisipasi publik secara maksimal.

“Saya berkomitmen dengan Pak Wahidin Halim, kami ingin membangun Banten, masyarakat Banten harus merasakan pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Banten. Masyarakat tidak boleh menjadi penonton di daerahnya sendiri. Ini komitmen kami, jadi kami bekerja untuk Banten,” ucap Andika. (wahyudi)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Tahun Baru Islam
Loading...