Jazuli Abdillah Selamat Idul Fitri

HIPMI Dorong Para Pelaku UMKM Naik Level

JAKARTA, PenaMerdeka – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) mendorong pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk naik kelas. Ini juga merupakan harapan pemerintah untuk mendorong UMKM di dalam negeri untuk mengekspor.

Ketua Umum HIPMI Bahlil Lahadalia menuturkan, UMKM naik level maksudnya adalah perubahan lebih baik lagi. Awalnya tidak ekspor menjadi ekspor, dari tidak mempunyai merk menjadi punya merk. “Untuk tujuan ekspor itu ada syarat yang harus dipenuhi, tidak hanya sekedar begitu saja,” tuturnya kepada wartawan di HIPMI Center , Menara Bidakara II Jakarta, Senin (20/2).

Dari 100 persen unit usaha yang ada, lanjut Bahlil, sekira 98,2 persen merupakan UMKM. Kontribusi ekspor UMKM menurutnya, masih kecil karena beberapa permasalahan menyulitkan UMKM naik level, diantaranya Sumber Daya Manusia (SDM) pelaku UMKM dan pasar yang belum membaik.

Oleh karena itu, Bahlil menegaskan, pihaknya bekerjasama dengan Programma Uitzending Managers (PUM), yakni sebuah perusahaan konsultasi asal Belanda yang memberikan bantuan pendampingan kepada UKM secara sukarela, selain itu, melalui edukasi HIPMI juga akan membantu para pelaku UMKM naik level. Sehingga, nantinya akan diketahui keinginan pasar luar negeri untuk kemudian bisa dipenuhi UMKM di tanah air.

“Kami berharap ke depan mampu tembus ke sana (pasar global, red),” ungkapnya. Di contohkannya seperti J&C Cookies, produk kue kering terbesar di Jawa Barat selama ini belum melakukan ekspor. Akan tetapi setelah mengikuti pendampingan PUM, Pasar internasional mampu di jangkau perusahaan tersebut.

Rencananya HIPMI menargetkan untuk menjadikan UMKM naik level di 34 provinsi. Untuk tahap awal, akan fokus di 20 provinsi selebihnya akan menyusul.

Selanjutnya, mengamati tingginya penggunaan teknologi,termasuk dalam perdagangan online saat ini, diakui Bahlil pola perdagangan akan mengalami perubahan. Bahkan menurutnya, dalam 10 tahun ke depan toko-toko besar akan beralih fungsi menjadi tempat penyimpanan barang.

“Sekarang orang belanja secara online, lebih cepat, Super market, mall, jadi tempat ngobrol saja,” ujarnya. (herman/dbs)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan