Menang Lagi di PSU, Jubir WH-Andika : Signal Tak ada Kecurangan TSM

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Kemenangan perolehan suara pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Banten Wahidin Halim-Andika Hazrumy (WH-Andika) dalam PSU yang berlangsung di 4 TPS Kota Tangerang disebutkan menepis tuduhan kecurangan TSM dalam perhelatan Pilkada Banten.

Jazuli Abdillah, juru bicara pasangan WH-Andika menyebut keunggulan dalam Pemungutan Suara Ulang (PSU) sama juga membantah tudingan kalau paslon nomor urut 1 melakukan tindak kecurangan TSM atau pelanggaran secara terstruktur sistematis dan massif di Kota Tangerang.

Kalau dalam Pilkada kali ini kami dituduh melakukan kecurangan secara TSM sama juga artinya mereka sedang menuding dirinya sendiri. Biasanya dalam perhelatan Pilkada, yang kerap kedapatan melakukan kecurangan secara TSM adalah pihak incumbent.

“Kan pak WH dan pak Andika bukan pasangan incumbent, jadi sangat sulit sekali menggunakan kekuatan pejabat-pejabat untuk melakukan pengerahan massa memilih dan mencoblos pasangan nomor urut 1,” ucapnya.

Dalam momen PSU di Kota Tangerang di 4 TPS ini sudah jelas kalau WH-Andika memang sudah unggul sejak awal. Seharusnya tidak harus curiga kami melakukan kecurangan TSM dengan perolehan yang didapat WH-Andika.

“Contohnya total raihan suara pada Rabu (15/2/2017) lalu, dari 4 TPS tersebut memang sudah unggul. Sekarang pun pas ada pelaksanaan PSU yang dilakukan di 4 TPS kami mencatat bahkan melampaui perolehan suara kemenangan sebelumnya,” kata Jazuli kepada wartawan bersemangat.

Ia menambahkan, PSU di 4 TPS merupakan pemilih yang realistis, kritis dan rasional. Artinya secara menyeluruh dapat disimpulkan kalau di Kota Tangerang kenapa WH-Andika menang, lantaran mempunyai basis pemilih rasional. Bukan karena melakukan pemenangan dengan kecurangan TSM.

“Tapi yang perlu ditegaskan lagi bahwa sistem yang Pilkada yang sedang berjalan sudah tepat, legal dan berjalan sesuai prosedur. Tahapan Pilkada di setiap tingkatan sudah benar, tidak benar tuduhan atas nomor 2 kepada pasangan WH-Andika berlaku curang,” ucapnya.

Kata Jazuli lebih dalam Kota Tangerang merupakan kantong suara pk WH. Pemilih sudah pernah merasakan kebijakan saat ia menjabat Walikota Tangerang selama dua periode.

“Jadi kalau sekarang ini ada upaya lain dari pasangan sebelah, yaa mungkin saja karena mereka kalah sehingga mencari alasan alasan lain kepada kita,” tandas Jazuli.

Sebelumnya disebutkan oleh pasangan tim Rano-Embay mereka meminta kepada penyelenggara melakukan PSU di seluruh TPS Kota Tangerang.

Tim pasangan nomor urut 2 tersebut mengatakan bahwa ada dugaan pelanggaran serta kecurangan secara TSM yang dilakukan oleh pihak penyelenggara Panwaslu serta KPUD.

Kami menduga bahwa di 4 TPS tempat dilaksanakannya PSU, jumlah pemilih mengalami penurunan cukup besar. Rata-rata sekitar 40 persen pemilik suara tidak melaksanakan haknya. (wahyudi)

Disarankan
Click To Comments