Pakai Zat Pewarna Tekstil, Pabrik Saus Ilegal di Tangerang Digrebek BPOM

KOTA TANGERANG, PenaMerdeka – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) membongkar sebuah pabrik saus ilegal sambal yang diduga ilegal di Kelurahan Lio Baru, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang. Jumat (3/3).

Diketahui, saat petugas melakukan penggerebekan, diketahui pabrik saus sambal tersebut sedang memproduksi ribuan botol saus sambal dan kecap.

“Kami sudah melakukan pemantauan pabrik saus ilegal ini sudah lama. Sudah pasti ilegal. Karena tidak memiliki izin edar,” kata Penny K. Lukito Kepala BPOM RI.

Pabrik saus yang berdiri sejak tahun 1980 tersebut hasil produksinya dikabarkan mencapai 600-800 lusin saus sambal ke delapan wilayah di Indonesia.

Hasil produksi pabrik saus itu disebutkan sudah mendistribusikan hasil produksinya sampai ke wilayah Kalimantan, Jawa, Sumatera dan Tangerang menjadi pasar utama penjualan hasil produksinya.

Penny mengatakan, terkait izin edar yang belum dikantongi oleh pabrik saus ilegal ini lantaran dari  isi kandungan yang terdapat dalam produk saus diduga mengandung zat berbahaya.

“Ini kan masuk kedalam tubuh kita, tadi ketika diuji produksi dari pabrik saus ini mengandung bahan kimia berlebih, diantaranya benzoat atau pengawet yang melebihi kadar dan pewarna yang diduga ternyata kerap dipakai untuk kebutuhan pewarna tekstil,” terangnya.

Apalagi setelah petugas melakukan sidak kedalam ruangan pabrik saus ilegal terseut proses produksinya tidak melakukan standar yang higienis.

“Ini kan kita komsumsi dan masuk kedalam badan kita ya, konsumennya pun ada anak-anak sementara prosesnya tidak higienis seperti itu, ini sangat berbahaya bagi masa pertumbuhan. Dimana produk saus sambal ini potensinya dapat menimbulkan penyakit jangka panjang dan pendek.” paparnya.

“Untuk jangka pendeknya akan menimbulkan diare dan sakit perut serta mual, jangka panjangnya dapat merusak ginjal, hati, dan menyebabkan kanker,” terangnya.

Untuk selanjutnya, pabrik saus ini bakal ditutup BPOM RI, kedepan dilakukan pembinaan terlebih dulu.

“Kalau pabrik saus masih bandel akan kami proses secara hukum,” tandasnya.

Sementara itu, Hendra pemilik pabrik yang bernama PT PD Sariwangi kepada wartawan mengaku sudah mengantongi izin edar. Namun, izin yang dimilikinya itu sudah habis.

“Izin edar ada tapi memang sudah habis masa aktifnya, masih dalam proses perpanjangan,” ujar Hendra kepada wartawan.

Dirinya tidak mengetahui soal aturan yang berlaku terkait standar produksi yang dikelola oleh sebuah pabrik saus. “Kalau soal itu tidak tahu, yang pasti kita punya izin edar tapi sedang diperpanjang,” pungkasnya. (herman)

Disarankan
Click To Comments