72 Investor Tertarik Garap PLTSa Kota Tangerang

0 40

KOTA TANGERANG, PenaMerdeka – Pembangunan dan pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat setiap tahunnya turut membawa konsekuensi terhadap peningkatan volume sampah yang dihasilkan oleh masyarakat.

Untuk mengatasinya, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang selama ini telah dan terus melakukan berbagai upaya optimal dan komitmennya dalam pengelolaan sampah dengan PLTSa Kota Tangerang.

Di mana atas segala upayanya, Pemkot pun ditunjuk menjadi salah satu kota untuk melaksanakan proyek insfrastruktur energi berasal dari pengolahan sampah yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) bersama dengan Kota Semarang dan Makassar.

“Kami terus berupaya untuk melakukan pengelolaan sampah semakin baik lagi, diantaranya melalui teknologi yang berwawasan lingkungan yang akan diwujudkan melalui PLTSa,” paparnya saat acara Penjajakan Pasar atau Market Sounding Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha dalam Penyediaan Infrastruktur Pengelolaan Sampah Energi Baru Terbarukan di Ruang Akhlakul Karimah, Selasa (24/01).

Sasaran utama teknologi pengolahan sampah, lanjut wakil wali kota, agar volume sampah berkurang. Salah satu pilihannya yaitu dengan mengkonversinya menjadi energi atau dikenal sebagai Waste-to-Energy (WtE).

“Secara prinsip, dijadikan energi atau tidak, sampah harus tetap dikelola. Adapun energi yang dihasilkan adalah bonusnya,” tegas Sachrudin.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang, Ivan Yudianto, menyampaikan, terdapat 72 investor yang telah mendaftar untuk mengelola sampah menjadi energi baru terbarukan (PLTSa Kota Tangerang).

Di mana investor yang tertarik untuk menggarap PLTSa tersebut tidak hanya dari Indonesia saja, tetapi juga luar negeri seperti Cina, Korea, Jepang, Taiwan dan Jerman. Jumlah investor yang mendaftar tersebut, diluar dari perkiraan. Awalnya, pihaknya hanya mendata ada 44 investor tetapi bertambah menjadi 72 investor.

“Dari 72 investor tersebut sebagian besar berasal dari luar negeri, para investor asing itu tertarik untuk mengelola sampah di Kota Tangerang menjadi energi baru terbarukan yakni listrik,” paparnya selepas acara.

Ivan pun berharap, dengan besarnya animo dari investor tersebut, tentunya besar harapan kami bisa segera merealisasikan penerapan PLTSa Kota Tangerang. Dengan demikian, sampah yang ada di Kota Tangerang bisa dikelola menjadi listrik dan pastinya jumlah sampah akan semakin berkurang.

Melalui kegiatan Market Sounding ini, Pemkot Tangerang ingin memberikan gambaran mengenai lokasi pengelolaan sampah di TPA Rawakucing, sekaligus juga proses interaksi untuk menghimpun serta mengetahui masukan maupun minat calon investor termasuk pihak perbankan dan asuransi atas kerjasama pemerintah dengan badan usaha dalam penyediaan PLTSa Kota Tangerang.

Sesuai Peraturan Presiden (PP) Nomor 38 Tahun 2015, dan juga juga Peraturan Kepala Bappenas Nomor 4 Tahun 2015.

“Selain masukan bagi Pemkot, kami pun membuka lebar upaya investor untuk mengelola sampah di Kota Tangerang dan bekerjasama dengan investor yang berkualitas,” ujarnya.

Adapun dasar hukum yang digunakan oleh Pemkot Tangerang dalam melakukan pengelolaan sampah dengan memanfaatkan sampah menjadi energi (PLTSa) adalah Peraturan Presiden (PP) Nomor 3 Tahun 2016, tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional. Di mana Kota Tangerang, Kota Semarang dan Makassar, ditetapkan sebagai kota-kota untuk melaksanakan proyek insfrastruktur energi berasal dari pengolahan sampah. (hms/yuyu)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Tahun Baru Islam
Dwi Nopriandi
Ahmad Jazuli
Loading...