KOTA SERANG,PenaMerdeka- Issu gerakan radikalisme dan kelompok separatis yang mengatasnamakan agama banyak menyita perhatian publik, sejumlah tokoh di Serang termasuk Ketua Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) STIE Bina Bangsa, Muhammad David menyebut bahwa asas pancasila sudah final sebagai pemersatu Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

David saat memberikan sambutan pada pelantikan gabungan, raker dan sarasehan dengan tema “membendung konsep khilafah ala pancasila” yang digelar di Gedung Baznas Serang, beberapa waktu lalu.

“Pancasila sudah final lantaran sudah senafas dengan rukun Islam,” kata David.

Hal senada disampaikan Ketua Majelis Pesantren Salafiyah (MPS) Banten, KH. Matin Syarkowi saat menjadi salah satu narasumber pada acara pendalaman makna asas pancasila tersebut mengatakan bahwa kehadiran khilafah bukan sebagai bentuk memperjuangkan agama melainkan persoalan politik.

“Khilafah itu bukan persoalan agama, tapi persoalan politik. Boleh saja mendirikan khilafah tapi di bangsa yang belum ada negaranya, silahkan,” tutur KH. Matin Syarkowi.

Sementara Kapolresta Serang Kota, AKBP Komarudin mengatakan bahwa khilafah hadir bukan saja di Indonesia namun ada banyak diberbagai banyak Negara.

Kata Komarudin bahwa yang kemudian perlu disikapi oleh lembaga negara untuk membendung terjadinya kelompok-kelompok separatis yang membuat gaduh bangsa.

“Yang terpenting kamtibmas di Kota Serang dulu, yang menjadi konflik mendasar dari kampung sehingga adanya jurang pemisah. Hal itukan lahir dari yang katanya ada istilah “Jihad Medsos” ini yang bahaya, semua jadi terbawa hanya karena satu berita yang tidak jelas sumbernya,” kata Kapolresta Serang Kota, AKBP Komarudin.

Dandim 0602/Serang, Letkol Inf Oki Andriansyah menuturkan bahwa asas pancasila seakan-akan disamakan dengan agama, dirinya meyakini bahwa masih banyak pihak-pihak yang mengganggu untuk sebuah kepentingan.

“Sila ke satu sampai lima itu sudah final, dalam sila pertama itu bukan memaksa kita berkeyakinan melainkan meyakini keyakinannya masing-masing. Negara kita negara kepulauan, terdiri dari ribuan pulau, ratusan bahasa, suku, budaya dan adat istiadat dengan begitu hebatnya mempersatukan kita yang berbeda,” tukasnya.

Hanya yang dihadiri ulama, kepolisian dan TNI ini mendorong mahasiswa agar terus menggelorakan semangat asas pancasila dan membendung konsep khilafah yang mengatas namakan agama. (afed)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *