GMBI Desak Satpol-PP Pemkab Bekasi Segel Menara Seluler tak Berizin

KABUPATEN BEKASI,PenaMerdeka – LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) mendesak Satpol-PP Kabupaten Bekasi untuk menyegel sejumlah bangunan menara seluler tak berizin milik PT Inti Bangunan Sejahtera (IBS), pasalnya bangunan tower tersebut diduga tidak mengantongi ijin.

Ketua Divisi Investigasi LSM GMBI Distrik Kabupaten Bekasi, Agus Jamal mengungkapkan, bangunan menara seluler milik PT. IBS diketahui sudah beberapa kali diberikan surat peringatan.

Bahkan sudah dilayangkan hingga yang ke lll kalinya beserta surat penegasan dari Satpol-PP untuk segera menutup kegiatan pembangunan menara seluler tak berizin tersebut pada beberapa bulan yang lalu. Namun, hingga saat ini belum juga ada tindakan.

”Itu ada tujuh titik menara milik PT IBS yang tersebar di beberapa Kecamatan di Kabupaten Bekasi dan sudah diberikan surat peringatan yang ke lll oleh Satpol-PP namun hingga saat ini belum juga dilakukan tindakan penyegelan,” ungkap Jamal, Sabtu (26/3).

Jamal menambahkan, dirinya sudah berkoordinasi dengan pihak Satpol PP Kabupaten Bekasi, yang menyatakan bahwa akan segera melakukan langkah tegas kepada PT IBS. Namun tambah dia, hingga saat ini Kasatpol-PP tidak juga memberikan instruksi kepada jajarannya agar mengeksekusi tower yang menyalahi Perda tersebut.

”Saya sudah menghadap Satpol PP, dan pihak Satpol-PP mengatakan surat peringatan ke lll sudah dilayangkan ke pihak PT. IBS yang disebutkan sebagai pemilik menara seluler tak berizin tersebut pada tertanggal 17 Januari 2017,” katanya menjelaskan.

Bahkan kata Agus, dalam surat peringatan tersebut cukup tegas, ‘Apabila pemilik tidak melakukan penutupan kegiatan sesuai dengan batas waktu yang ditentukan, Satpol PP atas nama pemerintah daerah akan melakukan penutupan paksa menara seluler tak berizin itu. Namun, ia menegaskan sampai saat ini belum dilakukan tindakan,” kata Jamal.

Jamal menegaskan, atas nama Lsm GMBI, kami memberikan ultimatum kepada Kasatpol-PP agar segera melakukan penyegelan terhadap menara yang sudah jelas menyalahi Perda nomor 10 tahun 2013 tentang izin mendirikan bangunan (IMB). (ers)

Disarankan
Click To Comments