Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kota Tangerang Pemilu 2019

Sengketa Pilkada Bekasi, MK Tolak Gugatan Paslon Nomor 2

0 159

BEKASI,PenaMerdeka – Mahkamah Konstitusi (MK) tolak gugatan yang diajukan oleh pasangan calon (Paslon) nomor urut 2 wali kota dan wakil wali kota Bekasi pada Pilkada Kota Bekasi 2018, Nur Supriyanto-Adhy Firdaus Saady.

Berlangsung di Ruang Sidang Utama Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Mahkamah mengabulkan eksepsi KPU Kota Bekasi sebagai pihak termohon, yang menetapkan pasangan Rahmat Effendi-Tri Adhianto sebagai pemenang Pilkada Kota Bekasi 2018.

“Mahkamah tak berwenang mengadili permohonan pemohon serta menyatakan permohonan Pemohon tidak bisa diterima,” ujar Hakim Konstitusi Anwar Usman saat MK tolak gugatan dalam sidang pembacaan ketetapan dan putusan perkara perselisihan hasil pemilihan (PHP), Kamis (9/8/2018).

Anwar Usman menjelaskan, keputusan itu didapat dari hasil rapat permusyawaratan hakim (RPH) oleh sembilan hakim konstitusi.

Diketahui, sembilan hakim itu yaitu Anwar Usman selaku ketua merangkap anggota, Aswanto, I Dewa Gede Palguna, Wahiduddin Adams, Arief Hidayat, Manahan MP Sitompol, Maria Farida Indrati, Saldi Isra, Suhartoyo masing-masing sebagai anggota.

Pada kesempatan yang sama, Hakim Konstitusi Aswanto mengatakan, pihaknya tak melanjutkan permohonan sengketa Pilkada Kota Bekasi 2018. Hal ini karena selisih perolehan suara tidak sesuai dengan Pasal 158 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada.

Diketahui, pengajuan perselisihan perolehan suara dilakukan apabila terdapat perbedaan paling banyak sebesar 1 persen dari total suara sah hasil perhitungan suara pada tahap akhir KPU tingkat Kabupaten/Kota.

Hasil rapat pleno penghitungan suara KPU Kota Bekasi menyatakan bahwa pasangan Rahmat Effendi-Tri Adhianto memboyong suara terbanyak, yaitu 697.634. Sementara itu, untuk pasangan Nur Suprianto-Adhy Firdaus memperoleh 335.900 suara.

“Sehingga perbedaan perolehan suara antara pihak terkait dan juga pihak pemohon 697.634 suara dikurangi 335.900 suara, sama dengan pula 361.734 suara ataupun setara 35 persen,” pungkas Aswanto.

Dengan nomor perkara 27/PHP.KOT-XVI/2018, MK tolak gugatan itu. Pada saat sidang pendahuluan, pemohon diwakilkan oleh kuasa hukum Bambang Sunaryo. (ers/ewwy)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...