Blangko e-KTP Kosong, Mendagri Sampaikan Maaf

JAKARTA, PenaMerdeka.com – Tjahjo Kumolo, Menteri Dalam Negeri meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia yang belom mendapatkan Kartu Tanda Penduduk Elektrik karena disebabkan kekosongan blangko e-KTP.

“Saya menyampaikan mohon maaf,” kata Tjahjo saat menjadi inspektur upacara di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Ir Soekarno, di kampus IPDN Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (27/3).

Untuk blanko e-KTP Kata Tjahjo, diharapkan selesai akhir Maret karena sebelumnya dia sudah taken kontrak setelah berkonsultasi dengan Irjen dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Sementara untuk mengantisipasi adanya mark-up blanko e-KTP seperti sebelumya dari harga Rp 4.700 menjadi Rp 16.000, dirinya mengaku sudah mengecek harganya di pasar.

“Lewat proses yang cukup panjang akhir bulan Maret kemaren sudah taken kontrak. Dikonsultasikan dengan Irjen, dikonsultasikan dengan BPKP, ada waktu yang ngecek pasar benar nggak harganya blangko e-KTP sekian. Mark up 4.700 menjadi 16.000 itulah yang mencoreng nama Kemendagri ini, mark up Rp 1 rupiah pun salah,” kata Tjahjo.

Dirinya berharap, pada bulan April ini 4,5 juta masyarakat yang sudah melakukan rekam data bisa segera mendapatkan blangko e-KTP. Sisanya 3,5 juta secara bertahap diharapkan untuk segera menyelesaikan perekamannya.

“Menyelesaikan yang 4,5 juta diakhir April dan secara bertahap memberikan stok bagi warga negara pindah alamat dan pindah ke dewasa berjumlah 3,5 juta yang belum punya e-KTP jadi punya e-KTP,” harapnya

Kata Tjahjo proses perekaman e-KTP belum sepenuhnya rampung. Saat ini Kemendagri mencatat, 4,5 juta masyarakat Indonesia menerima e-KTP dan masih memegang surat keterangan (Suket) pengganti e-KTP. (herman/dbs)

Disarankan
Click To Comments