Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kota Tangerang Pemilu 2019

Pasar Otomotif AS Tahun Ini Diprediksi Akan Turun

0 36

PenaMerdeka – Pasar otomotif Amerika dinilai telah mencapai peningkatan tertinggi dan diproyeksikan tahun ini akan mengalami penurunan. Guna mendongkrak penjualan kendaraan yang mengalami pelemahan, hal ini mendorong kalangan manufaktur otomotif menawarkan sejumlah insentif.

President of US Sales Unit Toyota Bob Carter mengatakan, total pengiriman global untuk industri otomotif diperkirakan akan turun hingga 17 juta unit dari catatan tahun lalu yang mencapai 17,5 juta unit.

Sementara itu, pergeseran preferensi konsumen terhadap kendaraan sport telah mengorbankan penjualan mobil jenis sedan yang menjadi faktor utama perusahaan otomotif menawarkan diskon besar-besaran kepada pelanggan di pasar otomotif.

“Toyota menawarkan diskon lebih tinggi dari diskon yang pernah kami tawarkan sebelumnya yang mampu mendorong kenaikan hingga 65% untuk penjualan jenis truk ringan ,” ujar Carter dalam sebuah konferensi di New York, yang digagas oleh National Automobile Dealers Association dan J.D. Powers, Kamis (13/4) lalu.

Penjualan otomotif di pasar AS merosot di periode tiga bulan pertama 2017, setelah mencatat pertumbuhan selama tujuh tahun berturut-turut. Dipercaya kondisi itu menjadi penyebab meningkatnya persediaan stok kendaraan anyar dan kendaraan di pasar mobil bekas semakin membanjir.

Menurut pennilaian J.D. Power, manufaktur otomotif menghabiskan secara rata-rata insentif lebih dari US$ 4 ribu per unit untuk mengurangi stok, sekaligus mendongkrak permintaan terhadap mobil baru di pasar otomotif.

Sejumlah upaya untuk mempertahankan performa terbaik di tahun lalu tersebut dinilai akan menciptakan ‘bahaya’ jangka panjang terhadap industri otomotif AS.

Analis J.D. Power, Thomas King, menyatakan bahwa angka pengiriman mungkin akan menyamai level pengiriman tahun lalu akibat kalangan perusahaan otomotif yang menawarkan diskon. Tetapi, hak itu akan menciptakan kondisi saat hasil di pasar otomotif bergantung pada nilai insentif.

“Kedua hal tersebut tidak dapat disandingkan dalam definisi industri yang sehat,” kata King. (uki/dbs)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Dwi Nopriandi
Ahmad Jazuli