Bikin Rusak Jalan, DPRD Banten Protes ke Manajemen Semen Merah Putih

BANTEN,PenaMerdeka – DPRD Provinsi Banten menyayangkan sikap manajemen Semen Merah Putih yakni PT.Cemindo Gemilang yang tidak menggubris permintaan warga soal kerusakan jalan akibat aktifitas armada produksi semen tersebut.

Dalam pertemuan terkait keluhan warga Banten Selatan itu dihadiri Komisi IV DPRD Banten, Unsur Muspika dan manejemen pabrik Semen Merah Putih dan warga setempat selaku pihak yang keberatan berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Bayah, Lebak, Selasa (19/4).

Eli Mulyadi, anggota DPRD Banten Fraksi Hanura ini menyebut bahwa pertemuan ini sebagai agenda lanjutan yang sebelumnya dari perwakilan warga dan Karang Taruna Muda Karya Mandiri sudah sempat menemui para wakil rakyat tersebut.

“Pertemuan ini merupakan tindaklanjut hasil audiensi bersama ketua DPRD Banten Asep Rahmatullah lantaran karena adanya keluhan warga terhadap manajemen Semen Merah Putih,” kata Eli.

Dalam kesempatan itu ia menyayangkan atas sikap perusahaan yang tidak kooperatif terhadap keluhan warga karena sampai sekarang belum bisa memastikan penyelesaian pembuatan jalan.

Sementara wakil rakyat Komisi IV lainnya, Toni Fakhoni Mukson mengaku kecewa. Pasalnya perusahaan tidak menanggung kerusakan jalan yang kerap dilintasi warga setempat dan yang lainnya.

“Mereka harus tanggung jawab atas kerusakan jalan nasional itu, dan segera mempercepat pembuatan jalan sendiri. Kami akan segera panggil pihak perusahaan,” katanya menegaskan.

Toni melanjutkan, selain akan memanggil ulang pihak manajemen Semen Merah Putih, DPRD juga bakal mempertanyakan dinas terkait perihal tanggung jawab kerusakan jalan.

“Dan pihak perusahaan juga harus menghadirkan orang pemberi keputusan, nanti kami akan layangkan surat ke pihak perusahaan untuk hadir dalam pembahasaan lebih lanjut di DPRD Banten,” kata Toni.

Toni menegaskan, ketika ada persoalan kami selaku wakil rakyat tidak mendukung perusahaan kalau harus memanggil aparat keamanan yang bersenjata lengkap. Karena bisa merusak psikologis masyarakat.

“Kami bukan tinggal didaerah konflik, kami menginginkan pihak manajemen perusahaan harus berdampingan dengan warga. Jika ada insiden kita bisa selasikan dengan cara musyawarah, warga hanya menuntut hak bukan menolak investasi,” tandasnya .

Budi Nurjaman perwakilan PT. Cemindo Gemilang mengaku sudah melakukan pengukuran lahan untuk pembuatan ruas jalan khusus untuk kepentingan mobilisasi kegiatan pabrik.

“Kami sudah mengukur lahan yang akan di akses perusahaan. Ada 12 titik tanah milik warga yang harus dibebaskan,” kata Budi Nurjaman.

Makanya yang dilakukan adalah pembebasan lahan dahulu. Namun demikian ia menuturkan untuk waktu pembuatan jalan dia belum bisa menjawab karena orang yang bukan pengambil keputusan.

Pantauan di lokasi, bahwa mobilitas armada truck pengangkut bahan semen di tambang Quary 1 ke Quary 2 menggunakan Jalan Malimping Bayah yang tercatat sebagai jalan nasional.

Kerusakan parah di kilometer 6 dan 13 proyek jalan Malimping Bayah tersebut sudah 4 tahun tak kunjung diperbaiki kendati armada truck berat milik perusahaan menggunakan ruas jalan ini.

Sebelumnya karena kesal masyarakat sempat menggelar aksi protes menyetop kegiatan pengangkutan bahan tambang untuk produksi semen. Namun pihak manajemen Semen Merah Putih dikabarkan memanggil aparat menjaga lokasi aksi. (RA)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Jazuli Abdilah ICMI Kota Tangerang
Disarankan