Tikus Akar Ditemukan Ilmuwan di Sulawesi, Masuk 10 Spesies Unik Baru Dunia

0 65

SULAWESI,PenaMerdeka – 12 bulan terakhir nama Tikus akar, atau Gracilimus radix adalah binatang terpenting yang baru ditemukan di Sulawesi, tepatnya pada tahun 2011 lalu. Dinyatakan oleh penemu dari internasional tikus ini merupakan spesies baru.

Tikus ini sekarang dimasukkan ke dalam 10 temuan binatang dan tanaman paling penting selama 12 bulan terakhir.
Tikus akar atau Slender Rat ini merupakan satu-satunya binatang yang masuk dalam daftar, daftar 10 spesies paling menarik ini dibuat oleh College of Environmental Science and Forestry (ESF) di Amerika Serikat yang diseleksi dari sekitar 18 ribu temuan di seluruh dunia.

Seperti diketahui bahwa dari daftar 10 spesies binatang yang paling menarik ini dibuat universitas di Amerika Serikat (AS) YAKNI College of Environmental Science and Forestry (ESF).

Tikus akar bukanlah satu satunya binatang yang datang dari Asia, tetapi juga berasal dari Asia Selatan yakni India, Indonesia. Sementara dari kawasan Asia Tenggara ada juga dari negara Laos dan Malaysia.

Sementara dari daratan Amerika Selatan berasal dari Brasil dan Kolombia) sisanya datang dari Oceania (Australia dan Papua Nugini) dan sisanya dari Amerika Utara (Meksiko dan Amerika Serikat).

Yang termasuk terlibat dalam penemuan Tikus Akar tersebut yaitu Dr Kevin Rowe Kurator Senior Bidang Mamalia dari Museum Victoria di Melbourne mengatakan, sangat bangga bahwa penemuan mereka masuk ke dalam daftar 10 besar spesies tersebut.

Menurutnya daftar ini sengaja dibuat untuk menunjukkan keanekaragaman penemuan yang diharapkan bisa menarik perhatian publik.

“Di sana, hutannya yang cantik semakin terancam namun menjadi tempat bagian ribuan spesies yang tidak ditemukan di tempat lain Kami berharap pengakuan mengenai ini dan penemuan kami lainnya di Sulawesi akan membuat perhatian ke Sulawesi lebih besar,” ujarnya.

Tikus Akar ini ditemukan di Gunung Gandangdewata selama empat tahun terakhir, oleh sebuah tim internasional yang terdiri dari Dr. Kevin Rowe (Museum Victoria); Anang Achmadi dari Museim Zoologi di Bogor, dan Dr. Jacob Esselstyn (Louisiana State University Museum of Natural Science dari Lousiana State University di Amerika Serikat).

“Penemuann kami akan tikus spesies baru ini menunjukkan adanya keanekaragaman yang luar biasa di hutan Gandangdewata, banyak yang sampai sekarang belum diketahui oleh para ilmuwan.” lanjut Dr Rowe seperti dikutip dari ABC Australia Plus Indonesia.

Penemuan Tikus Akar tersebut dibantu oleh penduduk desa Rantepangko di kecamatan Mamasa, di Sulawesi Tengah, yang membantu tim peneliti internasional dari Astralia, Indonesia dan Amerika Serikat ke kawasan hutan yang terpencil.

Lantas apa yang menjadi keunikan dari tikus tersebut? Tikus ini merupakan satu-satunya yang tidak pemakan daging. Dari isi perutnya diketahui tikus ini sebagian besar makanannya akar tumbuhan. Dalam kesempatan itu tim menyebutnya proses evolusi berbalik dari jenis pemakan daging.

Kendati analisa DNA diketahui lebih berkerabatan dekat dengan tikus pemakan daging.

Tikus Akar ditemukan pertama kali oleh supervisor Dr Kevin C. Rowe dan Dr Anang S. Achmadi (Museum Zoologicum Bogoriense) ketika mereka ekspedisi di Gunung Gandang Dewata tahun 2011. (uki/dbs)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Dwi Nopriandi
Ahmad Jazuli
Loading...