Zulfikar Demokrat

Menengok Suka Duka Final Champions Madrid vs Juventus

0

suka duka final champions

WALES,PenaMerdeka – Suasana suka duka final Champions 2016-2017 antara jawara liga Italia dan Spanyol yakni Juventus versus Real Madrid yang berakhir dengan skor 4-1 sangat terasa terlihat di Stadion Millenium Cardiff pada Minggu (4/6/2017) dinihari tadi.

Apalagi ketika wasit meniupkan pluit menandai laga Final Liga Champions berkesudahan, kalau kru Real Madrid langsung saling beperlukan antar pemain dan offisial, mereka loncat kegirangan dan menitikan air mata suka.

Sementara dikubu lawan, pemain Juventus tertunduk lesu seolah kehabisan darah dan bedanya mereka menitikan air mata duka kekalahan. Suasana suka duka final Champions semakin menonjol ketika Gianluigi Buffon sang penjaga gawang Juventus murung.

Mungkin saja ia berpikir kenapa di jelang masa pensiunnya tidak mampu menorehkan prestasi, apalagi jalanya sampai dijebol oleh pemain asuhan Zinedine Zidane dengan 4 gol.

Massimiliano Allegri, Sang arsitek sejak anak asuhnya dibombardir 3 gol juga sama, ia diam seribu bahasa kendati akhirnya pada saat akan prosesi pembagian medali Liga Champion baru bisa melemparkan sedikit senyum.

Gol demi gol ke gawang Buffon semakin manandai bahwa ada suka duka final Champions, bukan tanpa sebab karena nampak kental perbedaan suasana di kelompok suporter.

Juventini menampakan wajah sedih, galau seolah tidak percaya apalagi tim kebanggaanya akhirnya mengalami kekalahan telak dengan skor 4-1.

Sempat tertawa melemparkan senyum karena ada harapan ketika Juve sempat menyamakan skor di menit ke-27 melalui Mario Mandzukic.

Seperti diketahui, Cristiano Ronaldo menjadi bintang pada laga ini. Ronaldo mencetak gol pada menit ke-20 dan ke-64. Dua gol pasukan Zinedine Zidane lainnya dicetak oleh Casemiro (61′) dan Marco Asensio (90′).

Kubu Juventus harus berbesar hati, mereka tahu keunggulan Los Blancos kendati harus menahan suasana sedih di stadion karena suka duka Final Champions masing masing tim kali ini semakin terasa.

Jika ditengok dari sejarah memang ada yang menohok dari sisi prestasi, Real Madrid berhasil menjadi klub pertama yang secara beruntun merengkuh juara pada era Liga Champions.

Dan El Real pun sudah mengoleksi 12 trofi dan mencetak 500 gol sejak 1992-93.
El Real juga meraih gelar ke-12 pada ajang yang sama Liga Champions.

Suka duka final Champions semakin dramatis, lantaran Juventus pada ajang ini telah mengalami kegagalan yang kelima sejak partai final yang dimainkannya tahun 1997, 1998, 2003, 2015 dan bahkan pada pertandingan dini hari tadi tidak mejadi juara. (hisyam/dbs)

kanal partai gerindra
Baca Berita Lainnya
Puji Rahman Hakim Perindo

Tinggalkan pesan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Phasellus ut Aenean velit, dictum luctus