Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kota Tangerang Pemilu 2019

Perda Pelestarian Cagar Budaya Kota Tangerang, DPRD ajak Diskusi Budayawan

0 138

Perda Pelestarian Cagar Budaya tari

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Naskah Akademik (NA) untuk pembahasan Perda Pelestarian Cagar Budaya Kota Tangerang sudah disiapkan, kini DPRD Kota Tangerang melalui panitia khusus (Pansus) segera membahas Raperda yang mencantumkan juga soal pengelolaan budaya khas di kota berjuluk Akhlakul Karimah.

“Nanti kami bahas dan dalami pada pembahasan berikutnya di Pansus,” kata Yati Rohayati, dari Fraksi PPP dan Ketua Badan Pembentukan Perda (BPP) DPRD Kota Tangerang dalam jawaban atas pendapat Walikota terhadap Raperda inisiatif di Gedung Pusat Pemerintahan Kota Tangerang Rabu (5/7/2017) lalu.

Berbagai saran, kata wanita yang juga Ketua DPC PPP Kota Tangerang ini megatakan, pendapat dan masukan sangat berarti untuk penyempurnaan Perda Pelestarian Cagar Budaya.

“Saat Raperda ini ditetapkan menjadi Perda kedepan mudah-mudahan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tandas Yati.

Hartoto Toing anggota DPRD Kota Tangerang dan juga tokoh Betawi asal Forkabi menyebut Raperda ini sangat bagus untuk dibahas secara mendalam.

“Jangan sampai setelah Perda ini ditetapkan tidak berjalan maksimal, buntutnya anak anak di Kota Tangerang takutnya tidak mengerti soal budayanya sendiri,” katanya menjelaskan, Sabtu (8/07).

Makanya mengantisipasi sejumlah persoalan tersebut nanti kami di DPRD selain berpatokan kepada NA tetapi supaya Perda Pelestarian Cagar Budaya lebih mantap kita akan minta pendapat dari sejumlah tokoh dan budayawan di Kota Tangerang.

”Mereka dimintai pendapat dan masukan. Kita juga nanti mengusulkan bakal ada sentra budaya yang ditunjuk di salah satu tempat di Kota Tangerang. 13 kecamatan masing masing juga harus dilibatkan terkait pelestarian dengan hasil budaya khas kuliner dan benda sebagai wujud pemberdayaan pelestarian di Kota Tangerang. UMKM di Kecamatan setempat harus diaktifkan,” ucapnya.

Sejumlah instansi pemerintah daerah bakal terlibat. Contohnya kata pria yang kerap disapa Toing ini menjelaskan, wisata kuliner UMKM atau kerajinan dari daerah kecamatan harus digencarkan lagi agar ciri atau khas yang dimiliki Kota Tangerang dapat terjaga.

Hasil produk ini bisa didistribusikan ke sentra budaya. Misalkan ke daerah Kecamatan Benda yang dekat dengan Bandara sehingga menjadi pusat oleh oleh bagi pelancong juga.

“Ini bagus buat Pengelolaan Pelestarian Cagar Budaya dan PAD bagi Kota Tangerang. Contohnya pemberdayaan kuliner dan bentuk benda dari pernak pernik kerajinan khas dapat melibatkan Dinas UMKM dan Koperasi,” katanya.

Di setiap kecamatan harus ada kegiatan ini, karena nanti akan lebih bagus lagi kalau setiap sekolah yang berada di kecamatan masing bisa diperkenalkan budaya khasnya sendiri, yakni khas dari keseniannya, bendanya dan kulinernya.

Memang kata Hartoto soal seni dan budaya bukan hanya melibatkan unsur Betawi saja. Tetapi dalam Perda Pelestarian Cagar Budaya nanti bisa juga kita dapat memperdalam khasanah khas dari budaya yang sudah ada.

Contohnya festival budaya yang kerap dilaksanakan seperti perahu naga di sungai Cisadane harus lebih disemarakan supaya bisa menyedot dari sisi PAD, karena potensi wisata ini kalau dikelola bagus dapat menarik bukan hanya wisatawan lokal saja, tetapi dari mancanegara juga.

“Pengelolaan Pelestarian Cagar Budaya juga bisa dari peninggalan Masjid atau tempat ibadah lainnya yang mempunyanyai daya jual juga, jadi tidak hanya melestarikan budaya tapi investasi dari Perda ini bisa menghasilkan PAD,” tandasnya menjelaskan. (deden)

 

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...