Tiga Ton Panen Ikan di Blanakan Sukses Program Ekowisata Pertamina

by 2017-07-13 0 comments

Program Ekowisata PertaminaSUBANG,PenaMerdeka – Kembali setelah pada panen raya ikan pertama sukses, kini program Ekowisata Pertamina kembali menuai keberhasilan. Program yang dijalankan bersama dengan PT Perhutani Region VII di kolam polikultur sejatinya memang telah diujicobakan selama 6 bulan.

Sebelumnya sukses dengan kolam monokultur adalah seberat 2,5 ton ikan nila dan sebanyak 200.000 udang didapat dari 7 Hektar lahan yang dimiliki oleh Perhutani. Tempat tersebut seperti diberitakan merupakan lahan yang tidak produktif. Sekarang ini telah diubah menjadi ekowisata yang mampu menghasikan sumber ekonomi untuk masyarakat.

Seperti diketahui program ekowisata Pertamina ini merupakan kegiatan Bina Lingkungan TBBM Cikampek. Dalam kesempatan Pertamina telah memberdayakan sebanyak 30 nelayan dari 2 kelompok dan 15 petani tambak dengan mengusung tema Ekowisata Blanakan.

Program ini menurut sejumlah sumber, setiap nelayan diajari cara membudidaya ikan hingga memasarkan ikan secara baik. Dalam kesempatan panen ikan tersebut dihadiri oleh GM Pertamina MOR III Mohammad Irfan, Kepala Divisi III Perhutani Andi Purwandi dan Manager CSR & SMEPP Operation Pertamina Sri Maryurias MD ini melibatkan instansi terkait.

Pertamina sengaja menggelar acara yang berlokasi di sentra pelelangan dan budidaya Ikan yang sudah matisuri yaitu BLanakan.

“Sebelum ada program ekowisata Pertamina dalam 10 tahun terakhir kami mengalami penurunan hasil tangkap yang signifikan di pantai utara jawa,”ujar Supriyadi salah satu nelayan anggota Mina Bhukti,

Menurutnya kehadiran Pertamina sudah membangkitkan semangat melaut lagi. Sebab Pertamina dalam hal ini juga sudah memberikan fasilitas kapal induk dan teknologi lampu yang mampu mendorong hasil tangkapan.

Ternyata dari budidaya silviofishery juga mampu mendongkrak hasil tambak. Kemudian nelayan disekitarnya mengikuti apa yang Pertamina contohkan ini.

Mohammad Irfan GM Pertamina MOR III menyatakan pihak Pertamina selalu menjalankan program CSR berkelanjutan. Program ekowisata Pertamina ini dalam setiap tahunnya selalu menelurkan inovasi sebagai jawaban tantangan pasar.

“Kami berharap dapat menemukan produksi dari ekowisata ini di supermarket-supermarket besar,” imbuhnya.

Kata Irfan melanjutkan kalau dievaluasi, maka tiap bulannya keuntungan kotor yang didapat petani dalam interval 2 bulan panen mencapai 48-60 juta rupiah dengan asumsi harga pasar ikan nila 18-20 ribu rupiah/kg nya. Nantinya ini akan menolong nelayan apabila  harga ikan laut sedang turun dikarenakan cuaca, ataupun terjadi kelangkaan.

Sementara Area Manager CSR & SMEPP JBB Sri Maryurias MD Pertamina menyebut pihaknya sudah  memikirkan secara masak end to end processnya. Sehingga nelayan tidak perlu khawatir.

“Program ekowisata Pertamina sudah mencarikan solusi mencarikan pasar hingga tembus ke restoran dan hotel-hotel di Jakarta,”ucapnya. (puji RH)

kompetisi potret Banten

Komentari Berita Ini

Tidak ada komentar

Melompat ke kolom komentar

Belum ada komentar!

Anda dapat menjadi orang pertama yang menulis komentar.

Your data will be safe!Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person.