Pena Merdeka
Tampil Beda Berani Mengupas Tuntas

Gelaran Halaqoh Kebangsaan, Mengembalikan Patriotik Santri

0

Gelaran Halaqoh Kebangsaan santri

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Halaqoh Kebangsaan Santri yang digelar Pondok Pesantren Darussalam, di Komplek Ponpes tersebut di Poris Jaya, Batuceper,  Kota Tangerang, beberapa waktu lalu bertujuan mengatasi krisis identitas yang kini dianggap dialami santri.

Persoalan itu bisa dirasakan, mulai dari sikap yang dahulu berani, cerdas dan santun mulai luntur dalam diri santri. Kegiatan yang diikuti kurang lebih 150 santri itu diikuti antusias oleh mereka. Seperti mereka banyak bertanya apa peran santri saat ini.

Kegiatan Halaqoh Kebangsaan memang sengaja digelar sebagai kontributor utama dalam menegakan kemerdekaan. Saat itu para santri memiliki keberanian dan sikap mulia.

“Sekarang berbeda sekali. Kita pasti merasakan. Sekarang seolah termarjinalkan,” kata Akhmad Bahrul Hikam Ponpes Darussalam salah seorang narasumber dalam acara tersebut.

Maka itu kata Ahkmad Bahrul dari kegiatan halaqoh kebangsaan, santri bisa kembali ke jatidirinya. Bisa memberikan hal positif dalam mengisi kemerdekaan.

Amin Munawar, Ketua FKUB Kota Tangerang  menyebut Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang beragama. Ciri bangsa beragama itu masyarakatnya religius dan berilmu.

“Hal itu bisa kita lihat. Dan cerminannya tidak lepas dari keberadaan santri di dalamnya,” ucapnya sebagai nara sumber dalam diskusi Halaqoh Kebangsaan.

Tb Muhammad Solehudin ditempat yang sama juga mengatakan, dahulu 60 persen pergerakan Islam melawan kolonial ada di Banten. Sayangnya kata aktivis Islam ini tidak pernah terungkap.

“Karenanya momen Halaqoh adalah ajang kebangkitan. Ini jadi tanggungjawab kaum santri di Banten untuk membangkitkan itu kembali dalam kontek yang berbeda,” ucapnya menegaskan.

Menurutnya, saking banyaknya pergerakan Islam dan semangatnya masyarakat Banten melawan penjajah, akibatnya setiap benteng pertahanan dihancurkan oleh kolonial.

“Misalnya Keraton Surosowan yang ada di Banten Lama. Ini menjadi kebangkitan dan harus kita sadari,” tandasnya disambut peserta Halaqoh Kebangsaan yang rata rata diisi santri. (ceng)