Beda Paham Ambil Jalur MK, Begini Alasan NU Mendukung Perppu Ormas

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Sejumlah perkumpulan elemen masyarakat asal Nahdatul Ulama (NU) menggelar deklarasi dukungan Peraturan Pengganti Undang-undang (Perppu) Ormas. Alasan NU mendukung perppu ormas disebutkan lantaran ada satu kelompok yang mempunyai pandangan berbeda.

Sejumlah organisasi yang hadir dalam pernyataan deklarasi tersebut berasal dari Banser, Ansor, Fatayat, Majelis Ta’lim, santri dan mahasiswa Kota Tangerang saat itu secara bersama sempat membacakan deklarasi beberapa poin dukungan Perppu.

Adanya gerakan masa NU mendukung Perppu Ormas kerena menurut Hilman selaku Ketua Pelaksana dukungan dan deklarasi, intinya secara kongkrit mengajak masyarakat tidak sependapat dengan kelompok yang mengarah ke gerakan radikal.

Karena kata Hilman kalau nanti ada gerakan yang mengarah ke radikalisme berpotensi menimbulkan perpecahan bangsa.

“Deklarasi dan dukungan ini murni dari kami yang memang kebanyakan datang dari NU. Kami  tidak masuk juga dalam kepentingan golongan. NU mendukung Perppu Ormas murni supaya NKRI terjaga,” ucap Hilman kepada PenaMerdeka.com ditemui setelah acara, Kamis (28/09/2017).

Undang-undang (UU) Nomor 2 Tahun 2017 yang bakal mengganti UU Nomor 17 tahun 2013 Tentang Organisasi Masyarakat (Ormas), berlangsung di Kampus Stisnu Nusantara, Cikokol, Kota Tangerang.

Hilman lebih dalam menegaskan, gerakan mendukung Perppu sekaligus menyatakan bertentangan dengan salah satu kelompok yang tidak berideologikan Pancasila, UUD 1945 dan NKRI.

Maka itu dia menyayangkan kalau tidak setuju terhadap Perppu ini, mereka bisa menempuh upaya Judicial Review (JR) ke Mahkamah Konstitusi (MK).

“Seharusnya mereka mengajukan (JR) ke MK,” tandasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua I Stisnu Nusantara, Qustulani menegaskan, negara tidak pernah mengekang individu untuk menjalankan syariat agama.

“Besok, tanggal (29/9) ada kelompok yang akan berdemo besar-besaran untuk menolak Perppu Ormas. Beda dengan NU mendukung Perppu Ormas. Mereka berdemo dengan dalih di alam demokrasi. Namun sesungguhnya mereka anti demokrasi,” katanya.

Mereka mengkafirkan pemerintah dan kita yang setia dengan Pancasila serta UUD 45. Tapi, mereka menuntut atas nama demokrasi berdemo membawa label agama mendesak dihapuskan Perppu Ormas nomor 2 tahun 2017.

“Bagi mereka demokrasi adalah kafir. Demo merupakan produk demokrasi. Ormas harus sesuai Pancasila, mereka berdemo atas nama demokrasi,” tegasnya.

Disebutkan dalam deklarasi massa NU mendukung Perppu Ormas salah satunya adalah memberikan sikap menolak segala sikap dan perbuatan yang tidak sesuai jatidiri bangsa. (ceng)

Disarankan
Click To Comments