Pengamat Sebut Borong Partai Mahar Besar Ciderai Demokrasi Pilkada

Demokrasi Pilkada

KOTA SERANG,PenaMerdeka – Pengamat politik asal Universitas Negeri Tirtayasa (Untirta) Serang Banten, Anis Fuad, menyebut soal calon yang memborong partai untuk pengusungan sama juga menciderai demokrasi Pilkada.

Pasalnya, karena berdampak bakal menyumbat kran kesempatan bagi sejumlah kandidat Calon Walikota (Cawalkot) untuk maju di Pilkada.

Ia menuturkan, di sejumlah daerah memang kerap melakukan pendekatan pemenangan dengan memborong partai. Begitu juga bakal yang terjadi saat menjelang Pilkada serentak 2018 di Indonesia, kasus borong partai berpotensi terjadi terutama bagi mereka yang mengantongi isi tas alias berduit. Kendati konsekwensi yang didapat adalah mencederai demokrasi Pilkada itu sendiri.

“Bisa saja terjadi, (borong partai) Sah-sah saja. Bagi saya itu merusak kualitas demokrasi karena menghilangkan kesempatan para calon lain. Itu kompetisi tidak sehat. Hal ini dilakukan untuk menjegal calon lain,” kata Anis.

Anis menjelaskan, menghindari supaya itu tiak terjadi, maka Partai harus berkomitmen menciptakan demokrasi yang sehat. Jangan sampai hanya mengejar mahar mengandalkan jual beli kursi partai dengan jumlah uang besar

“Politik bukan untuk berjualan, tapi orientasinya untuk kemaslahatan rakyat. Jika tidak, ya mengkhianati amanat konstituen dan rakyat sekaligus menciderai demokrasi Pilkada itu sendiri,” ujarnya.

Di Kota Serang, kasus borong partai sangat berpotensi terjadi, apalagi itu dilakukan oleh kandidat kuat di Pilkada Kota Serang saat ini.

Sangat sulit mengidentifikasi motivasi Parpol di Kota Serang, namun, itu bisa dilihat dari pimpinan partainya terkait apakah mereka dapat menciderai demokrasi Pilkada atau tidak.

“Sulit mengidentifikasikan motivasi tiap partai di kota Serang yaa. Walaupun publik bisa melihat dan menilai Tergantung siapa yang mengelola partai tersebut,” ucap Anis menegaskan.

Dari situ kita bisa melihat karakternya. Ideologi partai sekarang sudah tidak dijadikan acuan. Namun ada beberapa partai masih meilhat Ketokohan dan visi misi.

Artinya untuk mengidentifikasi karakter partai itu lihat saja siapa yang memimpin partai tersebut. Profilnya dilihat. Dekat dengan siapa. Perilaku politiknya bagaimana. kecenderungannya bagaimana. Jika itu ada, maka kata Anis mereka perusak demokrasi Pilkada. (rhn)

Disarankan
Click To Comments