Kunjungi Menes, Jokowi Punya Harapan Pembangunan Desa di Pandeglang Meningkat

Pembangunan Desa di Pandeglang Meningkat

PANDEGLANG,PenaMerdeka – Presiden Joko Widodo memberikan perhatian khusus dalam pemanfaatan Dana Desa dalam rangka percepatan pembangunan desa.

Kunjungan Presiden ke Desa Muruy di Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, pada Rabu (04/102017) sekaligus meresmikan pembangunan 326 embung yang akan dibangun di desa-desa di Pandeglang.

Dalam kesempatan itu Pesiden dalam program pembangunan desa juga akan melaksanakan gerakan penanaman jagung sebagai dukungan pengembangan produk unggulan kawasan perdesaan (Prukades) di Pandeglang.

Embung dan Prukades merupakan bagian dari empat program prioritas pembangunan program unggulan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT). Dua program lainnya yakni pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan membuat Sarana Olahraga Desa (Raga Desa).

“Saya selalu mengingatkan agar dana desa yang telah digelontorkan bisa difokuskan empat program prioritas. Program prioritas tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat perdesaan,” ujar Eko Putro Sandjojo, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Rabu (04/10/2017).

Kabupaten Pandeglang terkait dengan pembangunan desa, pada tahun 2014 menunjukkan, dari total 326 desa di Kabupaten Pandeglang, sebanyak 214 desa masuk kategori desa tertinggal (65%). Sementara pada tahun 2016, jumlah desa tertinggal di Kabupaten Pandeglang turun menjadi 149 Desa atau berkurang 66 Desa dibandingkan tahun 2014 (30,84%) lalu.

Pengembangan BUMDes juga menjadi perhatian utama. Tercatat hingga tahun 2017 ini, sudah terdapat 326 BUMDes yang terbentuk. Selain itu, juga telah dibentuk PT. Mitra BUMDes di Desa Bengkuyung, Kecamatan Cikeudal.

Selain menjual kebutuhan harian melalui unit usahanya, BUMDes juga akan menjadi agen penerima subsidi bantuan pemerintah. Hadirnya BUMDes diharapkan dapat mendorong pembangunan desa lebih mandiri secara ekonomi.

“Tiap desa diharapkan punya BUMDes dan menjadi sumber penghasilan desa. Nantinya dana desa bukan lagi jadi sumber utama pembangunan desa, tapi hanya stimulus,” ujar Menteri Eko.

Program prioritas keempat yakni pembangunan Sarana Olahraga Desa (Raga Desa). Geliat aktivitas para pemuda desa tidak hanya menghindarkan dari kegiatan negatif seperti narkoba, tawuran, dan radikalisme, melainkan juga memacu peningkatan kualitas hidup generasi muda.

Sejatinya dalam pembangunan desa juga tercatat program Raga Desa diharapkan dapat menciptakan keramaian dan mendorong aktivitas ekonomi.

Pada tahun 2016, Kabupaten Pandeglang membangun 186 unit sarana olahraga desa yang meliputi lapangan sepak bola, lapangan bola voli, tenis meja, lapangan bulutangkis, dan lapangan futsal. Rencana pada tahun 2017 ini akan dibangun 150 unit sarana olahraga yang tersebar di desa-desa.

Dalam kunjungan ke Banten kali ini, Presiden Joko Widodo mengungkapkan, dalam tiga tahun terakhir, Pemerintah Pusat telah mengucurkan dana desa ke daerah-daerah sebanyak Rp 127 triliun.

Jokowi juga mengingatkan agar dana desa mendapatkan perhatian dan pengawasan yang dilakukan terus menerus.

Sebab, anggaran yang digelontorkan pemerintah sangat besar.nSejak awal, Jokowi berharap dana itu bisa berdampak positif terhadap perputaran uang dan pembangunan desa agar menaikkan daya beli masyarakat. (fred/redaksi)

Disarankan
Click To Comments