Olaudah Equiano Pejuang Antiperbudakan di Google Doodle

Olaudah Equiano Pejuang Antiperbudakan

PenaMerdeka – Google Doodle hari ini, juga merayakan ulang tahun yang ke-272 pejuang antiperbudakan dengan menampilkan ilustrasi seorang pria berkulit hitam dengan pena ditangannya sedang menulis.

Yaa, Olaudah Equiano merupakan seorang budak berkulit hitam yang pada 1766 mendapatkan kemerdekaannya. Lewat tulisan, pria berdarah Afrika tersebut aktif melontarkan perlawanan terhadap perbudakan.

Pengalaman sebagai seorang budak membawa dirinya terlibat dalam pergerakan penghapusan perbudakan di Britania Raya.

Tahun 1789, dalam autobiografinya ”The Interesting Narrative of the Life of Olaudah Equiano or Gustavus Vassa, the African” ia menuliskan tentang kehidupannya selama menjadi budak.

Tulisan tersebut memperkuat dukungan terhadap terbentuknya Undang-undang Perdagangan Budak yang disahkan pada 1807 sehingga mengakhiri zaman perbudakan di Britania Raya dan negara-negara koloninya.

Tak ada sejarah yang mencatat secara akurat mengenai masa kecilnya. Kecuali, semua yang dirinya tuliskan dalam autobiografinya.

Olaudah Equiano berkelana sebagai pelaut untuk memperkenalkan tulisannya dan terus berjuang untuk menghapus perbudakan. Hingga ia berlabuh di London, Inggris.

Di Inggris, ia kemudian menikahi perempuan bernama Susannah Cullen. Dari pernikahannya ia dikaruniai dua anak perempuan. Pada 31 Maret 1797 Olaudah Equiano meninggal dunia di London. (penamas)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Daftar Calon Sementara Anggota DPRD Kota Tangerang 2019

Dirgahayu RI 73 Jazuli Abdillah